Laporan: Tedy M

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di kawasan peternakan ayam di Dukuh Karangboyo, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah mencekam. Tiga pekerja kandang ayam ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dengan mulut berbusa di sebuah kamar tunggu anak kandang, Selasa (9/6/2026) siang.

Peristiwa yang mengejutkan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 12.07 WIB saat dua karyawan kandang, Irsa dan Fajar Agus Saputro, datang untuk melakukan pengecekan rutin di lokasi peternakan.

Saat tiba di area kandang, keduanya merasa ada yang tidak beres. Gerbang kandang dalam keadaan tertutup rapat dan tidak ada satu pun pekerja yang memberikan respons ketika dipanggil berulang kali.

Merasa curiga, Fajar kemudian memutuskan masuk ke area kandang untuk memastikan kondisi para pekerja. Kecurigaan itu ternyata benar. Saat membuka pintu kamar anak kandang, ia dibuat terkejut setelah mendapati tiga pekerja tergeletak lemas dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Baca Juga:  Polantas Diapresiasi Tinggi: 9 dari 10 Pemudik Puas dengan Layanan Mudik Lebaran 2025

Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, ketiga korban terlihat mengeluarkan busa dari mulutnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pemilik kandang, Joko Jasmanto. Informasi itu kemudian diteruskan kepada jajaran Polsek Ampel untuk mendapatkan penanganan darurat.

Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Ampel bersama tenaga kesehatan bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Ketiga korban segera dievakuasi dan mendapatkan pertolongan medis.

Awalnya para korban dibawa ke Puskesmas Tengaran untuk penanganan awal. Namun karena kondisi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Baca Juga:  Merajut Doa di Bawah Merah Putih: Polres Ngawi Gelar Dzikir Kemerdekaan HUT RI ke-80

Dari hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan para korban mengalami keracunan gas yang berasal dari sisa pembakaran briket arang yang berada di dalam ruangan. Kondisi kamar yang tertutup diduga membuat gas hasil pembakaran terakumulasi dan terhirup oleh para korban saat beristirahat.

Kapolsek Ampel, IPTU Edhy Nugroho, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

“Kami telah menerima laporan, melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, dan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab peristiwa ini. Saat ini para korban masih menjalani perawatan medis,” ujar IPTU Edhy Nugroho.

Selain mengumpulkan keterangan para saksi, polisi juga memeriksa kondisi ruangan tempat para korban ditemukan, termasuk sumber pembakaran yang diduga menjadi pemicu munculnya gas berbahaya.

Baca Juga:  Dari Magetan untuk Sumatra: Polres Magetan Gelar Sholat Ghaib dan Galang Dana untuk Korban Bencana

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para pekerja dan pelaku usaha peternakan, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja. Penggunaan briket arang maupun sumber pembakaran lain di ruang tertutup tanpa ventilasi yang memadai dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan bahkan mengancam nyawa.

Polres Boyolali pun mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan sirkulasi udara berjalan baik saat menggunakan bahan bakar briket atau alat pemanas lainnya, terutama ketika digunakan di dalam ruangan tertutup.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis gas yang menyebabkan ketiga pekerja tersebut tumbang secara bersamaan. Sementara itu, kondisi para korban terus dipantau oleh tim medis di RSUD Pandan Arang Boyolali. (*)