Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui program renovasi warung rakyat.

Baca Juga:  Tragedi di Sungai Marparan: Perempuan Muda Tenggelam, Ditemukan Tak Bernyawa 

Hingga akhir tahun ini, sebanyak 395 warung rakyat di enam kecamatan telah selesai direnovasi, menjadikannya salah satu upaya nyata Pemkab dalam mendukung pengembangan usaha mikro.

Program ini menargetkan perbaikan warung-warung rakyat yang tersebar di Kecamatan Sukodono, Krembung, Prambon, Tarik, Porong, dan Jabon.

Baca Juga:  Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan Program MBG, Dinkes Ambil Sampel Makanan untuk Uji Lab

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa target awal program ini adalah merenovasi 400 warung. Namun, lima pemilik warung mengundurkan diri karena alasan tertentu.

Baca Juga:  Kecelakaan Tragis di Sampang: Minibus Hantam Truk Fuso, Dua Korban Alami Luka Serius

“Total ada 395 warung yang berhasil direnovasi tahun ini. Program ini telah direncanakan sejak lama dan akan terus dilanjutkan di tahun mendatang,” ujar Edi Kurniadi.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas sarana ekonomi mikro di tingkat desa. Dalam sebuah rapat koordinasi terkait Gebyar Warung Rakyat Direnovasi,

Baca Juga:  PIP Rp1,017 Miliar untuk 14 Sekolah Kristen di Maluku, 719 Siswa Kurang Mampu Jadi Penerima

Muhamad Mahmud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, menegaskan pentingnya program ini untuk memperkuat daya saing usaha kecil pasca pandemi.

“Renovasi warung rakyat bertujuan untuk menciptakan sarana yang lebih layak dan kompetitif, sehingga usaha kecil di desa mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Tangis Haru di Rutan Salatiga! Sebanyak 62 Napi Dapat Remisi Khusus, Satu Hirup Udara Bebas

Program ini didukung melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa. Anggaran disalurkan langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dan pemerintah desa diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan serta mempertanggungjawabkan kegiatan renovasi.

Renovasi warung rakyat bukan hanya soal memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi. Warung dengan kondisi yang lebih baik mampu menarik lebih banyak konsumen, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial bagi warga setempat.

Salah satu penerima manfaat program ini, Desti Ramayanti dari Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, mengungkapkan rasa syukurnya. Berkat renovasi, warung es degan miliknya kini lebih rapi dan aman.

Baca Juga:  Curhat Kamtibmas: Polres Blitar Kota Bangun Kepercayaan Masyarakat melalui Dialog Langsung

“Sebelumnya warung saya sering menjadi sasaran pencurian. Sekarang warung saya lebih tertutup dan bersih. Omzet juga meningkat karena pelanggan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Renovasi warung rakyat dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Pemkab Sidoarjo berharap program ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di masa depan.

Baca Juga:  Terjerat Janji Manis Koperasi BLN: Warga Salatiga dan Demak Rugi Ratusan Juta Mengadu Ke Polres Salatiga 

“Dengan kondisi fisik warung yang lebih baik, kami berharap program ini terus berjalan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutup Mahmud.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidoarjo. (*)