Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui program renovasi warung rakyat.

Baca Juga:  Solusi Mobilitas Surabaya Raya: Strategi Eri Cahyadi Dorong Transportasi Terintegrasi Surabaya Raya Lewat SRRL

Hingga akhir tahun ini, sebanyak 395 warung rakyat di enam kecamatan telah selesai direnovasi, menjadikannya salah satu upaya nyata Pemkab dalam mendukung pengembangan usaha mikro.

Program ini menargetkan perbaikan warung-warung rakyat yang tersebar di Kecamatan Sukodono, Krembung, Prambon, Tarik, Porong, dan Jabon.

Baca Juga:  Secangkir Kopi, Sejuta Pesan Keselamatan: Polantas Gresik Rangkul Ojol

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa target awal program ini adalah merenovasi 400 warung. Namun, lima pemilik warung mengundurkan diri karena alasan tertentu.

Baca Juga:  Setetes Darah untuk Negeri: Polwan Polres Pasuruan Rayakan HUT ke-77 dengan Donor Kemanusiaan

“Total ada 395 warung yang berhasil direnovasi tahun ini. Program ini telah direncanakan sejak lama dan akan terus dilanjutkan di tahun mendatang,” ujar Edi Kurniadi.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas sarana ekonomi mikro di tingkat desa. Dalam sebuah rapat koordinasi terkait Gebyar Warung Rakyat Direnovasi,

Baca Juga:  Tribrata Jadi Nafas Bhayangkara: SPN Polda Jatim Tempa Jiwa dan Karakter 247 Calon Bintara

Muhamad Mahmud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, menegaskan pentingnya program ini untuk memperkuat daya saing usaha kecil pasca pandemi.

“Renovasi warung rakyat bertujuan untuk menciptakan sarana yang lebih layak dan kompetitif, sehingga usaha kecil di desa mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Arus Mudik, Korlantas Polri Terapkan One Way Lokal Dari KM 70 Cikampek Hingga KM 188 Tol Cipali 

Program ini didukung melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa. Anggaran disalurkan langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dan pemerintah desa diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan serta mempertanggungjawabkan kegiatan renovasi.

Renovasi warung rakyat bukan hanya soal memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi. Warung dengan kondisi yang lebih baik mampu menarik lebih banyak konsumen, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial bagi warga setempat.

Salah satu penerima manfaat program ini, Desti Ramayanti dari Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, mengungkapkan rasa syukurnya. Berkat renovasi, warung es degan miliknya kini lebih rapi dan aman.

Baca Juga:  BNN dan Kriminologi UI Perkuat Sinergi: Kolaborasi Ilmiah untuk Perang Melawan Narkoba

“Sebelumnya warung saya sering menjadi sasaran pencurian. Sekarang warung saya lebih tertutup dan bersih. Omzet juga meningkat karena pelanggan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Renovasi warung rakyat dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Pemkab Sidoarjo berharap program ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di masa depan.

Baca Juga:  Samsudin Resmi Nahkodai Hamong Projo Kabupaten Semarang 2025–2028, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

“Dengan kondisi fisik warung yang lebih baik, kami berharap program ini terus berjalan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutup Mahmud.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidoarjo. (*)