Tragedi Subuh di Rel Porong–Bangil, Polisi Ulurkan Tangan untuk Keluarga
Laporan: Ninis Indrawati
PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Duka mendalam masih menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Sobo, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Tangis kehilangan belum juga reda, setelah seorang ibu muda harus meregang nyawa dalam tragedi memilukan di perlintasan kereta api.
Di tengah suasana haru itu, kepedulian datang dari jajaran Polres Pasuruan. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), aparat kepolisian menyempatkan diri hadir langsung ke rumah duka pada Senin (6/4/2026), membawa bukan hanya santunan, tetapi juga empati dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Korban diketahui bernama Alfidia Arofah (26), yang ditemukan meninggal dunia di jalur rel kereta api pada dini hari. Peristiwa tragis tersebut terjadi di lintasan Porong–Bangil Km 40+900, tepatnya di wilayah Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.
Kepergian almarhumah meninggalkan luka yang begitu dalam. Ia berpulang dengan meninggalkan seorang suami serta dua anak laki-laki yang masih balita—potret pilu yang mengguncang hati siapa pun yang mendengarnya.
Kehadiran aparat kepolisian pun disambut penuh haru oleh pihak keluarga. Isak tangis pecah saat rombongan tiba, seolah menjadi pelipur lara di tengah duka yang begitu berat.
Kasat Binmas Polres Pasuruan, AKP Sunarti, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang tengah mengalami musibah.
“Kami ingin memastikan keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan ini. Semoga apa yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya dengan penuh empati.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Menurutnya, perhatian terhadap sesama, terutama bagi warga yang mengalami tekanan atau kondisi rentan, sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
“Jika ada warga yang membutuhkan perhatian khusus atau menunjukkan tanda-tanda tekanan, kami harap segera dilaporkan agar bisa ditangani bersama,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah jajaran Polres Pasuruan turut hadir, mulai dari personel Sat Samapta, Bag SDM, hingga anggota Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi ujung tombak kedekatan polisi dengan masyarakat.
Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah warganya yang sedang berduka.
Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan berharap dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi keluarga korban untuk tetap tegar menghadapi cobaan hidup. Lebih dari itu, momen ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian antar sesama di tengah masyarakat.
Di balik deru kereta yang melintas, kisah pilu ini menyisakan luka. Namun, di saat yang sama, juga menghadirkan secercah harapan bahwa kepedulian masih ada, dan kemanusiaan tetap hidup di tengah duka. (*)



Tinggalkan Balasan