Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan menjadi mitra strategis dalam proyek gas laut dalam Gendalo Gandang. Kolaborasi ini diresmikan melalui kick-off meeting yang digelar di Gedung Rektorat ITS pada Jumat (22/11/2024).

Baca Juga:  Polisi Dalami Jaringan “Surabaya Player”, 34 Peserta Pesta Seks Sesama Jenis Terjerat Hukum, Ini Penjelasannya

Proyek ini menjadi bagian penting dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Kisah Pilu di Argomas Timur: Lansia Ditemukan Meninggal Setelah 3 Hari Tak Terlihat, Ini Jelasnya 

Proyek Gendalo Gandang, yang berlokasi di Selat Makassar, Kalimantan Timur, terdiri dari dua lapangan gas utama: Gendalo dan Gandang. Terletak di kedalaman perairan antara 1.060 hingga 1.820 meter, proyek ini dirancang untuk menghasilkan gas hingga 510 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd).

Baca Juga:  Kolaborasi Tiga Lembaga di Surabaya Matangkan Gebyar Jurnalis Nasional 2026: Sinergi Media, Kampus, dan Komunitas untuk Kebangkitan Pers Positif

Gas yang dihasilkan akan diproses melalui Floating Production Unit (FPU) Jangkrik dan disalurkan ke fasilitas pengolahan di Bontang, dengan target operasi pada akhir tahun 2027.

Baca Juga:  Kapolsek Prigen Jadi Irup di SMKN 1 Prigen, Tegaskan Bahaya Kenakalan Remaja dan Pentingnya Taat Aturan

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo Djasmari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk perusahaan migas Italia ENI dan Institut Teknologi Bandung (ITB). “Kolaborasi ini tidak hanya mendukung percepatan proyek, tetapi juga memperkuat ekosistem teknologi nasional serta menjadi sarana untuk transfer pengetahuan dan teknologi,” ujarnya dalam sambutannya.

Baca Juga:  Pecinta Batu Akik Bangkalan Kumpul Bareng, Lomba Tembak Ramaikan Acara Silaturahmi di RT 03 Kraton

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD, menyampaikan bahwa peran ITS sangat vital dalam memastikan keberlanjutan proyek ini, serta meningkatkan kapabilitas teknologi nasional melalui penggunaan produk lokal dan kepatuhan terhadap regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga:  Warga Surabaya Meriahkan Program \"Mari Nyoblos Mangan Wareg\" di Hari Pemilu

Dengan keterlibatan kami dalam proyek ini, ITS dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi laut dalam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sinergi Malam Satu Suro: Polres Ngawi Bersama TNI dan Instansi Terkait Amankan Tradisi Lewat Patroli Gabungan

Proyek Gendalo Gandang juga menjadi peluang bagi mahasiswa dan dosen ITS untuk terlibat langsung dalam riset dan pengembangan teknologi subsea, proses gas, dan keselamatan.

Baca Juga:  Bebaskan Ruang, Jaga Integritas: Kanwil Ditjenpas Jateng Musnahkan 13.146 Arsip Secara Legal dan Transparan

Koordinator Tim Ahli ITS, Prof. Dr. Ketut Buda Artana, ST, MSc, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga kesempatan untuk membangun kompetensi nasional dalam industri migas. “Ini adalah langkah strategis dalam membangun kapasitas SDM Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global,” katanya.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Lepas Jemaah Haji: Langkah Suci dari Kota Hati Beriman, 156 Calon Jemaah Salatiga Menuju Baitullah

Proyek ini juga akan melibatkan sekitar 25 akademisi dari ITS yang akan berfungsi sebagai Subject Matter Experts (SME) dalam berbagai bidang, mulai dari fasilitas subsea hingga otomasi dan keselamatan proses. Melalui proyek ini, para akademisi akan dapat meningkatkan pengetahuan mereka dengan standar internasional, yang nantinya akan diimplementasikan dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.

Baca Juga:  Panen Lele dari Balik Jeruji, Rutan Salatiga Wujudkan Kemandirian Pangan dan Pembinaan Produktif

Dengan investasi yang diperkirakan mencapai 60,4 triliun rupiah, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia, mendukung swasembada energi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar migas global. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri akan menjadi kunci utama dalam memastikan kesuksesan proyek Gendalo Gandang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan energi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Lansia Kini Tak Perlu Antre Lama! RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Salatiga Resmikan Poliklinik Geriatri Berlayanan Prioritas

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membawa Indonesia menuju ketahanan energi yang lebih baik, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi baru di sektor energi,” tutup Prof. Bambang. (*)