Laporan: Bagas

MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi guna meningkatkan daya saing mereka di tengah era digitalisasi yang semakin pesat, (16 Januari 2025).

Baca Juga:  Dandim 0714/Salatiga Galang Kebersamaan Antarumat Beragama untuk Ciptakan Stabilitas Wilayah

Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD Seluruh Indonesia (FKDK-BPDSI) yang berlangsung di Grand Mercure Hotel Malang, Kamis (16/1/2025).

Adhy Karyono menegaskan bahwa BPD memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam menggerakkan sektor UMKM dan meningkatkan daya saing daerah. Namun, untuk mewujudkan itu, BPD harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang berkembang pesat untuk meningkatkan kinerja dan layanan mereka.

Baca Juga:  Dari Balik Jeruji Besi, Buku Jadi Jendela Dunia! Rutan Salatiga Genjot Literasi Warga Binaan

Kami optimis, BPD sebagai penggerak ekonomi daerah berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Namun, itu semua hanya bisa tercapai jika BPD mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, terutama dalam hal teknologi,” ujar Adhy.

Menurutnya, digitalisasi dan transformasi teknologi bukan hanya memberikan peluang, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi oleh BPD. Salah satu peluang terbesar adalah peningkatan layanan digital yang dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui platform mobile banking.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Paus Fransiskus

Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap transaksi keuangan memberi peluang yang harus disikapi dengan bijak. Adaptasi terhadap teknologi digital menjadi kebutuhan utama bagi BPD agar tetap kompetitif dan mempertahankan nasabah yang kini lebih memilih transaksi melalui smartphone,” tambah Adhy.

Namun, di balik manfaat teknologi, Adhy juga mengingatkan akan adanya potensi ancaman dari kejahatan siber, yang dapat merugikan BPD dan nasabahnya. Dengan lebih dari 1.900 serangan siber yang menargetkan sektor perbankan setiap bulannya, perlindungan data dan sistem keamanan menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga:  Salatiga Perangi Hama Tikus: GERDALI OPT Dicanangkan, Hand Tractor Diterjunkan

Keamanan siber adalah tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, dan lembaga keamanan siber untuk memperkuat sistem keamanan dan memastikan bahwa transformasi digital berjalan dengan aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Adhy.

Sementara itu, Ketua Umum FKDK-BPDSI, Bahrullah Akbar, juga menekankan pentingnya pertemuan seperti ini untuk memperkaya wawasan dan memperkuat pengawasan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Ia berharap dengan pengawasan yang ketat, BPD dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan, serta meminimalisir risiko yang dapat merugikan institusi.

Baca Juga:  Ikhtiar Menjemput Hujan dari Balik Lapas, Pegawai dan Warga Binaan Purwodadi Khusyuk Shalat Istisqa

Pengawasan yang efektif memastikan bahwa prinsip tata kelola perusahaan diterapkan dengan konsisten. Ini penting agar BPD dapat beroperasi secara sehat dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Bahrullah.

Seminar dan Rakernas FKDK-BPDSI ini menjadi momentum penting bagi BPD untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di era digital.

Baca Juga:  Cawabup Perempuan Pertama di Buru, Gadis Siti Nadia Umasugi, Tampil Memukau dengan Program Unggulan dalam Debat Pilkada 2024

Diharapkan, melalui kolaborasi yang lebih erat, BPD dapat bertransformasi menjadi lembaga yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Dengan adanya dorongan dari Pj Gubernur Jatim dan forum ini, BPD diharapkan dapat terus meningkatkan daya saingnya melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, menjaga keamanan data nasabah, dan berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)