Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Suasana haru tak terbendung menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga saat ratusan keluarga memadati area besukan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Maret 2026.

Sejak pagi hari, antrean panjang sudah terlihat di depan rutan. Wajah-wajah penuh harap bercampur cemas tampak dari para keluarga yang datang dari berbagai daerah. Tujuan mereka satu: melepas rindu dengan orang tercinta yang tengah menjalani masa pembinaan.

Baca Juga:  Polda Jatim Dirikan 238 Pos Ketupat Semeru 2026, Polisi Siaga Layani dan Amankan Arus Mudik

Begitu pintu pertemuan dibuka, suasana langsung berubah menjadi lautan emosi. Tangis pecah, pelukan hangat tak terelakkan. Momen yang dinanti selama berbulan-bulan akhirnya tiba meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Pelayanan besukan kali ini dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 08.30–11.30 WIB dan 13.00–14.00 WIB. Setiap warga binaan mendapat kesempatan bertemu keluarga selama 45 menit, dengan maksimal lima orang pembesuk dewasa dalam satu kali kunjungan.

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menegaskan bahwa layanan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen pihak rutan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya di momen spesial seperti Lebaran.

Baca Juga:  Komitmen Zero Halinar dan Penguatan Integritas Kembali Digaungkan dalam Apel Pagi Pegawai Rutan Salatiga

“Kami ingin memastikan warga binaan tetap bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga di hari yang penuh makna ini. Walaupun dalam keterbatasan, kebahagiaan Lebaran harus tetap hadir,” ungkapnya.

Tak sedikit keluarga yang datang membawa makanan khas Lebaran, sebagai simbol kasih sayang yang tak pernah pudar. Di sudut ruangan, terlihat seorang ibu menggenggam erat tangan anaknya, sementara air mata terus mengalir tanpa henti menggambarkan betapa beratnya jarak yang selama ini memisahkan.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 16/Tingkir Pantau Uji Coba Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Tingkir: Upaya Nyata Tingkatkan Kesehatan Anak SD

Meski suasana dipenuhi emosi, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan aman. Petugas Rutan Salatiga tampak sigap mengatur alur kunjungan, memastikan setiap keluarga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu.

Momentum ini menjadi bukti bahwa di balik tembok tinggi dan jeruji besi, masih tersimpan hangatnya cinta keluarga yang tak lekang oleh waktu. (*)