Membanggakan! IJIMS UIN Salatiga Cetak Rekor 8 Tahu Bertahan di Scopus Q1, Menag Beri Apresiasi Tertinggi

Laporan: Yopi
JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan UIN Salatiga di kancah akademik internasional. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) berhasil mempertahankan predikat Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut, sebuah pencapaian langka yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu jurnal ilmiah Islam terbaik di dunia.
Atas konsistensi tersebut, IJIMS menerima penghargaan bergengsi dalam ajang Diktis Award 2026 yang digelar di Hotel The Grand Platinum, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan UIN Salatiga menjaga kualitas publikasi ilmiah di tingkat global sekaligus membuktikan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mampu bersaing di panggung internasional.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, mampu bertahan di peringkat Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut bukanlah hal yang mudah dan menunjukkan kualitas akademik Indonesia yang diakui dunia.
“Mempertahankan posisi Q1 selama delapan tahun berturut-turut adalah pencapaian yang luar biasa dan menjadi bukti bahwa mutu akademik kita diakui secara global. IJIMS UIN Salatiga telah menjadi etalase keunggulan intelektual Islam Indonesia di panggung internasional. Saya berharap prestasi ini menular ke kampus-kampus lain sebagai bentuk kontribusi nyata kita terhadap peradaban ilmu pengetahuan,” tegas Menag.
Menurut Menag, keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi institusi, tetapi juga menjadi simbol kemajuan riset dan publikasi ilmiah Indonesia yang semakin diperhitungkan di dunia internasional.
Sementara itu, Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga kualitas IJIMS selama bertahun-tahun.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen akademik, mulai dari tim editor, mitra bestari (reviewer), para penulis, hingga seluruh pendukung proses penerbitan jurnal.
“Selamat kepada IJIMS atas keberhasilannya mempertahankan predikat sebagai jurnal Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi dalam menjaga mutu publikasi ilmiah, integritas proses editorial, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan kajian Islam dan masyarakat Muslim di tingkat global,” ujar Prof. Zakiyuddin.
Ia berharap keberhasilan tersebut mampu menjadi motivasi bagi jurnal-jurnal ilmiah lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas publikasi, memperluas kolaborasi internasional, serta menghasilkan karya akademik yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag. Menurutnya, keberhasilan IJIMS tidak hanya diukur dari capaian peringkat internasional, tetapi juga dari tata kelola jurnal yang profesional dan konsisten menjaga standar etik publikasi.
Ia bahkan menyebut sistem pengelolaan IJIMS layak dijadikan contoh bagi jurnal ilmiah lain di Indonesia.
“Kami di Ditjen Pendis sangat bangga atas bertahannya IJIMS di peringkat Scopus Q1. Ini bukan sekadar angka atau predikat, melainkan cerminan dari tata kelola jurnal yang sehat dan kepatuhan yang tinggi terhadap standar etik publikasi global. UIN Salatiga telah membuktikan bahwa dengan komitmen dan manajemen yang kuat, jurnal PTKIN bisa memimpin di tingkat dunia,” ungkapnya.
Keberhasilan mempertahankan status Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut menjadi tonggak sejarah baru bagi UIN Salatiga. Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi IJIMS sebagai salah satu jurnal rujukan internasional dalam kajian Islam dan masyarakat Muslim, sekaligus mengangkat nama Indonesia di panggung publikasi ilmiah dunia.
Dengan penghargaan Diktis Award 2026 tersebut, UIN Salatiga kembali menunjukkan bahwa kualitas riset, tata kelola jurnal yang profesional, serta komitmen terhadap standar akademik global mampu mengantarkan perguruan tinggi Indonesia meraih pengakuan internasional. (*)












Tinggalkan Balasan