Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Semangat berbagi dan kepedulian sosial benar-benar terasa di bulan Muharram 1448 Hijriah. LAZiS Jateng kembali menggelar program Wonderful Muharram secara serentak di berbagai wilayah Jawa Tengah pada Rabu-Kamis (8-9 Juli 2026). Melalui kegiatan tersebut, ratusan anak yatim, penyandang disabilitas, hingga masyarakat kurang mampu merasakan manfaat dari berbagai program sosial yang diselenggarakan di 17 kantor layanan.

Program tahunan ini menjadi salah satu agenda unggulan LAZiS Jateng dalam menyambut bulan Muharram, yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Direktur Eksekutif LAZiS Jateng, Ariyanto, mengatakan bahwa Wonderful Muharram tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mampu membangun semangat, optimisme, serta karakter anak-anak yatim agar terus berkembang dan percaya diri dalam meraih masa depan.

Baca Juga:  Komitmen Bersama Demi Boyolali Aman! Kapolres, Forkopimda dan Perguruan Silat Tolak Segala Bentuk Kekerasan

“Alhamdulillah, melalui rangkaian Wonderful Muharram tahun ini, kami telah menghadirkan kebahagiaan dan manfaat bagi 738 anak yatim dan dhuafa di berbagai daerah di Jawa Tengah,” ujar Ariyanto.

Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah Jambore Anak Hebat, yang digelar secara serentak di Semarang, Solo, Wonogiri, Sukoharjo, dan Temanggung. Kegiatan ini dikemas secara menarik melalui perpaduan permainan edukatif, pembinaan karakter, penguatan spiritual, hingga berbagai aktivitas yang mampu meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

Menurut Ariyanto, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak yatim tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang mampu menjadi bekal dalam perjalanan hidup mereka.

“Alhamdulillah, Jambore Anak Hebat telah terlaksana secara serentak di berbagai kota di Jawa Tengah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak yatim agar semakin semangat belajar, bertumbuh, dan meraih cita-citanya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polda Jateng Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika dan Obat Berbahaya di Demak, Satu Pelaku Diamankan 

Tak berhenti di situ, semangat Wonderful Muharram juga diwujudkan melalui beragam program sosial yang diselenggarakan di seluruh 17 kantor layanan LAZiS Jateng. Masing-masing wilayah menghadirkan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Berbagai program tersebut antara lain Khitan Ceria, Wonderful Box, Peduli Disabilitas, Safari Dongeng, santunan bagi anak yatim, hingga aneka kegiatan edukasi dan sosial yang melibatkan masyarakat, relawan, serta para mitra kebaikan.

Melalui rangkaian kegiatan yang menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah, LAZiS Jateng berharap nilai-nilai kepedulian dan semangat berbagi semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran Wonderful Muharram diharapkan mampu memberikan kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan kebaikan tersebut.

Baca Juga:  Laporan Dugaan Asusila di Pesantren Bangkalan, Penyidik Polda Jatim Periksa Sejumlah Saksi, Ini Jelasnya

Ariyanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari para muzaki, donatur, mitra, hingga relawan yang terus membersamai langkah LAZiS Jateng dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, mitra, relawan, dan semua pihak yang telah membersamai Wonderful Muharram. Mari terus memperluas kolaborasi kebaikan agar semakin banyak anak yatim dan masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kepedulian yang kita hadirkan bersama,” tutup Ariyanto.

Dengan semangat Wonderful Muharram 1448 Hijriah, LAZiS Jateng kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga filantropi yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun harapan, menghadirkan kebahagiaan, dan menguatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat Jawa Tengah. (*)