Stop Bullying dari Pesantren! Polres Boyolali Gembleng Santri Jadi Pelopor Akhlak dan Keselamatan Berlalu Lintas

Laporan: Wahyu Widodo
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Polres Boyolali dalam membangun generasi muda yang berkarakter terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Kali ini, Sat Binmas Polres Boyolali menyambangi Pondok Pesantren Nurul Islam Siswodipuran, Boyolali, Selasa (14/7/2026), untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada para santri mengenai bahaya bullying serta pentingnya tertib berlalu lintas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Boyolali menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak mulia, serta peduli terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Acara berlangsung hangat dan interaktif dengan dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustaz Riyadh, Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Boyolali Ipda Siswanto, Kanit Binpolmas Aiptu Setyawan Eka S., S.H., personel Sat Binmas Polres Boyolali, serta ratusan santri yang mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias.
Dalam pemaparannya, Ipda Siswanto menegaskan bahwa bullying merupakan perilaku yang tidak boleh dianggap sebagai candaan ataupun hal biasa. Menurutnya, tindakan perundungan dapat meninggalkan dampak serius, baik secara psikologis maupun sosial, bahkan berpotensi mengganggu masa depan korban.
Ia mengajak seluruh santri untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan pesantren. Santri juga didorong agar berani menolak segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap teman sebaya.
“Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan bullying. Setiap santri memiliki tanggung jawab menjaga sesama agar dapat belajar dengan tenang dan berkembang secara optimal,” pesannya.
Tak hanya membahas persoalan perundungan, kegiatan Binluh juga diisi edukasi keselamatan berlalu lintas yang disampaikan Aiptu Setyawan Eka S., S.H. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya menaati peraturan lalu lintas sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Para santri diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, hingga menjadi pelopor keselamatan saat berada di jalan raya.
Menurutnya, disiplin berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga cerminan karakter seseorang yang bertanggung jawab dan menghargai nyawa sesama pengguna jalan.
Suasana penyuluhan berlangsung komunikatif. Para santri tampak aktif berdialog, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan berbagai pengalaman yang berkaitan dengan pergaulan di lingkungan sekolah maupun keselamatan berkendara.
Melalui kegiatan ini, Sat Binmas Polres Boyolali berharap nilai-nilai yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai materi penyuluhan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Polres Boyolali juga berharap para santri mampu menjadi teladan di lingkungan pesantren, keluarga, hingga masyarakat dengan mengedepankan sikap disiplin, taat hukum, saling menghargai, serta berani menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, damai, dan bebas dari segala bentuk bullying. (*)












Tinggalkan Balasan