Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK KAL-1 Surabaya tahun ini tak hanya diisi pengenalan guru dan lingkungan sekolah. Polres Pelabuhan Tanjung Perak hadir langsung memberikan bekal penting kepada para pelajar tentang bahaya perundungan (bullying) dan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak sebagai upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan sadar hukum.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (15/7/2026) tersebut dipimpin oleh jajaran Sat Binmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Hadir dalam kesempatan itu Kasat Binmas AKP M. Zainuddin bersama personel Sat Binmas, Kepala SMK KAL-1 Surabaya, dewan guru, serta seluruh peserta didik baru yang mengikuti rangkaian MPLS.

Dalam penyampaian materinya, AKP M. Zainuddin menegaskan bahwa perundungan merupakan tindakan yang tidak bisa dianggap sebagai candaan semata. Menurutnya, bullying dapat meninggalkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, mental, hingga masa depan korban.

Baca Juga:  Fatayat NU Jadi Garda Terdepan Pemkab Sidoarjo Tekan Stunting, Target 2025 di Bawah 10 Persen

Para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, ejekan verbal, pengucilan, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying yang kini semakin marak terjadi seiring pesatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja.

Selain itu, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya saling menghormati, menjaga sopan santun dalam bergaul, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Tak hanya membahas bullying, Sat Binmas juga memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial. Para siswa diingatkan agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta selalu berpikir sebelum mengunggah sesuatu di dunia maya.

Kasat Binmas menekankan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal positif, bukan menjadi tempat menyebarkan kebencian ataupun tindakan yang merugikan orang lain.

Baca Juga:  Bupati Sidoarjo Ancam Tutup Toko Miras Ilegal, Prostitusi Terselubung Ikut Diburu! Operasi Besar Forkopimda Segera Digelar

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda yang rutin dilaksanakan melalui kegiatan Police Goes to School.

Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

“Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang saling menghargai, menolak segala bentuk perundungan atau bullying, serta mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Iptu Suroto.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial harus dimanfaatkan secara positif, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, fitnah, maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Lebih lanjut, Iptu Suroto menegaskan Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Baca Juga:  Polsek Purwosari Gerak Cepat Kirimkan Logistik untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

“Semoga bimbingan dan penyuluhan kepada siswa melalui Police Goes to School pada MPLS ini menjadi momentum paling tepat untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini,” paparnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pihak sekolah maupun para peserta didik menyambut positif kehadiran jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena dinilai memberikan wawasan yang sangat bermanfaat dalam menghadapi tantangan pergaulan dan kehidupan digital di era modern.

Melalui edukasi tersebut, diharapkan para pelajar tidak hanya sukses dalam meraih prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang santun, berintegritas, anti-bullying, cerdas bermedia sosial, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang damai dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (*)