Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di kawasan Waduk Kedung Ombo, Dukuh Termes, Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, mendadak berubah menjadi duka. Seorang warga yang semula berpamitan memancing ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang selama beberapa jam, Kamis (23/7/2026).

Korban diketahui bernama Slamet Supriadi (37), warga Dukuh Termes, Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Peristiwa memilukan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang ikut terlibat dalam proses pencarian.

Berdasarkan keterangan para saksi, sekitar pukul 06.00 WIB, Slamet masih terlihat memancing seorang diri di tepi Waduk Kedung Ombo. Namun, waktu terus berlalu tanpa ada kabar dari korban.

Baca Juga:  Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Sampean Baru Akhirnya Berhasil Ditemukan di Bendungan Tapen

Kecurigaan mulai muncul ketika sejumlah warga yang datang untuk memancing menemukan perlengkapan memancing milik korban masih berada di lokasi, sementara pemiliknya tidak terlihat di sekitar waduk.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada keluarga. Tanpa menunggu lama, warga, keluarga, serta para nelayan sekitar bergotong royong melakukan pencarian di area waduk dengan harapan korban masih dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB, korban berhasil ditemukan di dalam perairan Waduk Kedung Ombo menggunakan alat jangkar. Sayangnya, Slamet ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Mendapat laporan tersebut, personel Unit Reskrim dan Unit Samapta Polsek Kemusu Polres Boyolali segera menuju lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, meminta keterangan para saksi, sekaligus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Baca Juga:  Kapolres Sampang Pimpin Sertijab untuk Perombakan Pimpinan Polres dan Kapolsek di Jajaran Sampang

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tenggelam saat beraktivitas di kawasan waduk.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga membuat surat pernyataan tidak menghendaki dilakukan autopsi dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa yang terjadi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, S.H., membenarkan penanganan kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan waduk, sungai maupun perairan lainnya, terlebih apabila memancing seorang diri.

Baca Juga:  Setetes Harapan: Polsek Winongan Jadi Penyelamat Warga Guwo, Salurkan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang

“Polres Boyolali mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Apabila terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center Polri 110,” ujar AKP Winarsih.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas memancing di kawasan perairan tetap memiliki risiko. Kewaspadaan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta menghindari memancing seorang diri di lokasi yang berpotensi berbahaya menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya musibah serupa. (*)