Presiden Prabowo: Pamong Praja Harus Jadi Cahaya di Tengah Gelapnya Derita Rakyat!

Laporan: Yopi
JATINANGOR | SUARAGLOBAL.COM – Suasana penuh khidmat menyelimuti Lapangan Parade Abdi Praja IPDN Kampus Jatinangor, Selasa (29/7/2026), saat Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pesan yang sarat makna sekaligus menjadi amanat besar bagi para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dengan nada tegas, Kepala Negara mengingatkan bahwa setiap pamong praja merupakan representasi negara yang akan langsung dinilai masyarakat melalui tindakan dan keputusan yang mereka ambil.
“Wajah negara di tangan pamong praja. Kalian harus hadir saat rakyat sulit dan menjadi pelita di kala gelap,” tegas Presiden Prabowo disambut tepuk tangan ribuan peserta.
Turut mendampingi Presiden dalam upacara tersebut antara lain Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Menteri PAN-RB, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala BIN, Sekretaris Kabinet, Gubernur Jawa Barat, serta jajaran pimpinan nasional lainnya.
Ditempa di Medan Bencana Sebelum Dilantik
Presiden mengungkapkan bahwa para Pamong Praja Muda tahun ini bukanlah lulusan biasa. Bahkan sebelum resmi dilantik sebagai aparatur negara, mereka telah menjalani ujian nyata di lapangan dengan diterjunkan selama satu bulan penuh membantu masyarakat terdampak bencana alam di Aceh.
Di lokasi bencana, para calon pamong praja dituntut bekerja tanpa mengenal lelah, membantu warga yang kehilangan tempat tinggal, memberikan pelayanan, serta menjadi penguat semangat masyarakat yang sedang dilanda musibah.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting agar para lulusan memahami arti sesungguhnya menjadi pelayan masyarakat.
“Mereka telah membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata ketika rakyat membutuhkan,” ujar Presiden.
Jadi Simbol Kehadiran Negara
Presiden Prabowo menegaskan bahwa di mana pun para pamong praja nantinya bertugas, masyarakat akan menilai kualitas negara melalui sikap dan pelayanan mereka.
Karena itu, ia meminta seluruh lulusan membangun sinergi yang kuat bersama TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, hingga tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Menurut Presiden, seorang pamong praja harus mampu memimpin dengan rendah hati, menghindari kesombongan, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
“Jangan pernah merasa paling hebat. Rangkul semua unsur masyarakat demi membangun daerah dan menjaga persatuan bangsa,” pesannya.
Motor Penggerak Birokrasi Masa Depan
Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda birokrasi yang baru dilantik.
Ia menyebut Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam 25 tahun mendatang. Namun, cita-cita besar tersebut hanya dapat terwujud apabila birokrasi bekerja secara profesional, efektif, disiplin, dan bebas dari praktik korupsi.
“Birokrasi adalah mesin pembangunan. Program pemerintah tidak akan berhasil tanpa aparatur yang mampu menjalankannya secara baik di lapangan,” tegas Presiden.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bukan hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam, melainkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.
Anak Buruh Harian Jadi Lulusan Terbaik
Salah satu momen yang paling mendapat apresiasi Presiden adalah keberhasilan sistem seleksi IPDN yang dinilainya semakin adil dan transparan.
Presiden mengaku bangga karena tahun ini lulusan terbaik berasal dari kalangan keluarga sederhana, termasuk anak seorang buruh harian.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan memimpin birokrasi Indonesia tanpa dibatasi latar belakang ekonomi maupun status sosial.
“Ini adalah wujud nyata nilai-nilai Pancasila dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden.
Masa Depan Indonesia Ada di Pundak Mereka
Presiden kembali mengingatkan bahwa para Pamong Praja Muda merupakan calon pemimpin pemerintahan masa depan.
Mereka dipersiapkan menjadi motor penggerak pembangunan nasional, pengawal kebijakan pemerintah, sekaligus benteng yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Presiden berharap seluruh lulusan mampu menjaga integritas, meningkatkan kapasitas, dan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Daftar 10 Lulusan Terbaik IPDN 2026
Pada pelantikan tersebut diumumkan Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai lulusan terbaik IPDN Tahun 2026 dan berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata.
Sementara penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja diberikan kepada sembilan lulusan terbaik lainnya, yaitu:
Siti Ifadoh, S.Tr.IP (Jawa Timur), Mohamad Toriq Anwar, S.Tr.IP (Jawa Tengah), Dwi Ajeng Ayu F.A., S.Tr.IP (Jawa Timur), Febyanti Rachman, S.Tr.IP (Jawa Timur), Dwimas Januari Setiawan, S.Tr.IP (Nusa Tenggara Timur), Charina Anggie Simbolon, S.Tr.IP (Kepulauan Riau), I Kadek Bayu Swastika, S.Tr.IP (Bali), M. Ramdhan, S.Tr.IP (Jawa Barat), Agung Mirah Prayoga, S.Tr.IP (Jawa Timur).
Pelantikan Angkatan XXXIII IPDN tahun 2026 menjadi momentum penting lahirnya generasi baru pamong praja yang diharapkan mampu membawa semangat pelayanan, memperkuat birokrasi, serta menjadi garda terdepan dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat. Amanat Presiden Prabowo menjadi pengingat bahwa seorang pamong praja bukan sekadar aparatur pemerintah, melainkan simbol kehadiran negara yang harus selalu hadir, terutama ketika rakyat menghadapi kesulitan. (*)










Tinggalkan Balasan