Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBA.COM – Antusiasme masyarakat terhadap Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara yang akan digelar pada 11–14 Agustus 2026 terus meningkat. Bahkan, 12 hari menjelang pelaksanaan, Stand Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga mendadak menjadi salah satu titik paling ramai di kawasan Joglo 3 Kantor Kejaksaan Negeri Salatiga, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Cebongan, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Stand sosialisasi yang merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Lelang Barang Rampasan Kejaksaan Agung RI itu dipadati warga yang ingin mengetahui secara langsung mekanisme mengikuti lelang negara. Banyak di antara mereka datang usai berbelanja dalam kegiatan Pasar Murah serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang digelar Kejari Salatiga.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Salatiga, Awan Prastyo Luhur, S.H., M.H., mengatakan jumlah pengunjung yang datang jauh melampaui perkiraan.

Baca Juga:  Polda Jatim Berhasil Amankan 2 Tersangka Penyebar Video Asusila Modus Casting

“Kami menyiapkan 50 nomor antrean. Namun hingga siang hari jumlah warga yang datang ternyata lebih dari itu. Semuanya tetap kami layani karena antusias masyarakat memang sangat tinggi,” ujar Awan.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat ingin mengetahui tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi www.lelang.go.id. Banyak warga yang masih membutuhkan pendampingan mengenai proses pendaftaran hingga mekanisme mengikuti penawaran secara daring.

Karena tingginya minat masyarakat, Awan juga mengingatkan agar seluruh calon peserta lelang hanya mengakses informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan penyelenggara lelang.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan. Pendaftaran maupun informasi lelang dilakukan melalui jalur resmi, sehingga jangan mudah tergiur apabila ada oknum yang menawarkan kemudahan dengan meminta sejumlah uang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lelang barang rampasan merupakan salah satu bentuk optimalisasi pengelolaan aset negara yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh barang maupun aset secara legal, transparan, dan memiliki kepastian hukum.

Baca Juga:  KAI Daop 8 Gaspol! Tebar Diskon Puluhan Ribu Tiket Murah di Tengah Lonjakan Penumpang

Menariknya, dari hasil pengamatan petugas di stand sosialisasi, terdapat perbedaan minat berdasarkan kelompok usia calon peserta lelang.

“Kalau yang datang dari kalangan orang tua umumnya bertanya mengenai lokasi tanah serta harga pembuka. Sementara anak-anak muda lebih banyak penasaran dengan telepon genggam, kondisi barang, serta harga minimalnya,” tambah Awan.

Salah seorang warga Cebongan, Ariyani, mengaku sengaja memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai proses lelang. Awalnya ia hanya mengantar sang ibu berbelanja dalam kegiatan pasar murah dan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Namun setelah melihat adanya stand PAPBB, rasa penasarannya langsung terjawab.

“Saya sebelumnya sudah baca informasi lelang di media sosial, tapi belum begitu paham. Untung hari ini sekalian mengantar ibu belanja murah dan cek kesehatan gratis, jadi bisa langsung tanya-tanya. Rencananya saya ingin ikut lelang HP,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Hari Baden Powell Dan Jelang Hari Tunas 2023, Reboisasi Tanam 3500 Pohon

Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara tahun ini menawarkan berbagai aset menarik dengan nilai yang beragam. Mulai dari enam bidang tanah di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, tanah beserta bangunan di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, empat unit mobil Isuzu Panther, satu unit Toyota Kijang LGX, telepon genggam Samsung Galaxy A5 dan OPPO A57, mesin pompa air, kempu berkapasitas 1.000 liter, hingga gitar akustik Yamaha.

Melalui sosialisasi tersebut, Kejari Salatiga berharap semakin banyak masyarakat memahami mekanisme lelang negara sekaligus memanfaatkan kesempatan memiliki aset secara sah, terbuka, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat yang terus berdatangan ke stand PAPBB, Gebyar Lelang Serentak 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda lelang negara yang paling diminati di wilayah Salatiga dan sekitarnya. (*)