Langkah Nyata Menuju Hidup Baru! Rutan Salatiga dan PT Arta Jayendra Perkasa Bersinergi Cetak Warga Binaan Produktif

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga terus membuktikan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi dengan PT Arta Jayendra Perkasa, Rutan Salatiga menghadirkan Program Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan Berbasis Ekonomi Kreatif berupa pelatihan kerajinan tas rajut dan mute yang diharapkan menjadi bekal nyata bagi para warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Rutan Salatiga pada Jumat (31/7/2026) pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh 20 warga binaan yang tampak antusias mengikuti setiap materi. Sejak awal pelatihan, para peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis bahan baku, teknik dasar merajut, hingga praktik langsung membuat tas rajut yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Para peserta dengan telaten mengikuti arahan instruktur, mencoba setiap teknik yang diajarkan, hingga mulai menghasilkan karya sederhana yang berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Kelas IIB Salatiga agar warga binaan memiliki keterampilan produktif. Dengan menggandeng pihak swasta, pembinaan diharapkan semakin berkualitas, mengikuti perkembangan kebutuhan pasar, sekaligus membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada PT Arta Jayendra Perkasa yang telah berkolaborasi dalam mendukung program pembinaan bagi warga binaan.
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik membuat tas rajut, tetapi juga menanamkan semangat untuk bangkit dan mandiri.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Dengan memiliki kemampuan di bidang kerajinan tas rajut, mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri setelah bebas nanti, sehingga dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri,” ujar Anda Tuning.
Harapan serupa juga disampaikan salah satu peserta pelatihan, Rizky. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah ia pelajari.
Menurut Rizky, pelatihan tersebut membuka pandangannya bahwa keterampilan sederhana seperti merajut ternyata memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan.
“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Awalnya saya tidak tahu cara membuat tas rajut, tetapi sekarang mulai memahami teknik dasarnya. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti untuk mencari penghasilan yang halal,” ungkapnya penuh semangat.
Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Salatiga berharap pembinaan kemandirian akan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak mitra strategis dari berbagai sektor. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, berdaya saing, produktif, serta siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Dengan bekal keterampilan dan semangat baru yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan, para warga binaan diharapkan mampu membuka lembaran kehidupan yang lebih baik, menjadikan kreativitas sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi, sekaligus mengurangi risiko kembali melakukan pelanggaran hukum setelah bebas nanti. (*)








Tinggalkan Balasan