Laporan: Yopi

DEPOK | SUARAGLOBAL.COM – Pasukan Gegana Korbrimob Polri terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai ancaman berisiko tinggi. Kali ini, Pasukan elite Polri tersebut menerima audiensi dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) bersama mitra internasional untuk membahas penguatan keamanan nuklir, keselamatan radiasi, hingga penanganan bahan berbahaya.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Pasukan Gegana Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Selasa (4/8/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi global menghadapi ancaman CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosives) yang kini menjadi perhatian berbagai negara.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi yang didampingi Dansat KBRN Pasukan Gegana Korbrimob Kombes Pol. Andy Rifai, Kasi Ops Pasukan Gegana Korbrimob AKBP Andhika Satria Oetama, serta para Pejabat Utama Pasukan Gegana Korbrimob.

Baca Juga:  Saluran Air Dibuka, Harapan Petani Mengalir Kembali: Sinergi Polisi dan Warga Jogomerto Pulihkan Sawah Terendam

Sementara dari pihak internasional hadir Kevin Roshdieh selaku Penasihat Senior Kerja Sama Keamanan Departemen Energi Amerika Serikat/Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (DOE/NNSA), Bridgid Chandler sebagai Pakar Bidang Nonproliferasi DOE/NNSA, serta Fatimana Agustinanto (Agus) selaku Koordinator Program Nasional UNODC di Jakarta.

Dalam suasana penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional menghadapi ancaman yang melibatkan bahan nuklir, radioaktif, maupun bahan berbahaya lainnya.

Baca Juga:  Peningkatan Perlindungan Hutan, Polsek Karanganyar Gelar Patroli Bersama Perhutani

Pembahasan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan operasional, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis, peningkatan kompetensi personel, pertukaran pengetahuan, hingga pemanfaatan teknologi modern yang mengacu pada standar internasional.

Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat ancaman CBRNE terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan dinamika keamanan global. Karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi faktor utama dalam memastikan setiap potensi insiden dapat ditangani secara cepat, tepat, aman, dan profesional.

Selain membahas program pelatihan bersama, pertemuan juga membuka peluang pengembangan kerja sama teknis yang berkelanjutan antara Pasukan Gegana Korbrimob Polri, UNODC, serta DOE/NNSA. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan praktik terbaik dalam penanganan ancaman bahan kimia, biologis, radioaktif, nuklir, maupun peledak.

Baca Juga:  Gunung Botak Diambang Penertiban: Gubernur Maluku Gandeng TNI-Polri Tertibkan Tambang Liar

Dengan adanya sinergi tersebut, personel Gegana Korbrimob diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan keamanan modern, sekaligus mampu mengadopsi teknologi dan metode penanganan terkini yang telah diterapkan di tingkat internasional.

Audiensi ini sekaligus menjadi tonggak awal penguatan kemitraan internasional yang lebih erat antara Pasukan Gegana Korbrimob Polri, UNODC, dan DOE/NNSA. Melalui pelatihan berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama teknis yang semakin intensif, kemampuan personel dalam menghadapi ancaman CBRNE diharapkan terus meningkat demi menjaga keamanan nasional dan keselamatan masyarakat. (*)