Counter HP di Ambarawa Porak-Poranda! Handphone Raib, Pemilik Belum Diketahui Keberadaannya, Polisi Selidiki Dugaan Perampokan

Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah counter handphone, Royal Phone, diduga menjadi sasaran aksi perampokan pada Kamis (6/8/2026).
Tak hanya sejumlah unit handphone yang dilaporkan hilang, tiga kamera pengawas (CCTV) di lokasi juga ditemukan dalam kondisi rusak. Yang lebih mengkhawatirkan, pemilik counter bernama Candra hingga kini belum diketahui keberadaannya, sementara mobil miliknya juga dilaporkan tidak berada di lokasi.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu para karyawan mulai merasa ada yang tidak beres karena toko yang biasanya sudah beroperasi sejak pagi masih tertutup rapat hingga menjelang siang.
Kecurigaan semakin kuat ketika berbagai upaya menghubungi Candra melalui telepon tidak membuahkan hasil. Nomor telepon pemilik counter diketahui sudah tidak aktif.
Karena khawatir terjadi sesuatu, para karyawan akhirnya memutuskan mendobrak pintu toko. Dugaan mereka pun terbukti. Begitu pintu berhasil dibuka, kondisi di dalam counter sudah berantakan.
“Para karyawan akhirnya memutuskan mendobrak pintu toko. Setelah masuk, kondisi ruangan sudah berantakan. Seluruh handphone yang sebelumnya berada di dalam katanya hilang,” ujar salah seorang saksi, Nurul.
Pemandangan di dalam toko semakin menguatkan dugaan telah terjadi tindak kriminal. Selain barang dagangan yang hilang, tiga unit kamera CCTV yang sebelumnya terpasang juga ditemukan dalam kondisi dirusak atau dicopot. Akibatnya, rekaman yang diharapkan dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik diduga ikut hilang.
Hilangnya pemilik counter bersamaan dengan raibnya barang dagangan dan tidak adanya mobil korban di lokasi membuat kasus ini menjadi perhatian warga sekitar. Hingga kini belum diketahui apakah Candra menjadi korban tindak kriminal.
Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, membenarkan adanya laporan mengenai dugaan perampokan tersebut. Menurutnya, penanganan perkara kini sepenuhnya dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang.
“Anggota Satreskrim sedang mendalami kasus ini,” kata AKP Ririh.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kronologi kejadian, menelusuri keberadaan Candra, mengumpulkan barang bukti, serta mengidentifikasi pelaku apabila nantinya terbukti terjadi tindak pidana.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyampaikan nilai kerugian yang dialami korban maupun menyimpulkan motif di balik dugaan perampokan tersebut. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui proses penyelidikan.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut ataupun keberadaan Candra agar segera melapor kepada pihak kepolisian. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. (*)












Tinggalkan Balasan