Gunungan, Reog hingga Perahu Hias! Sedekah Waduk Cengklik 2026 Bikin Suasana Makin Gegap Gempita

Laporan: Wahyu Widodo
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana kawasan Waduk Cengklik, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, mendadak semarak, Sabtu (8/8/2026).
Sekitar 700 peserta dan pengunjung tumplek blek mengikuti Sedekah Waduk dan Kirab Budaya Waduk Cengklik 2026 yang dipusatkan di Plaza Waduk Cengklik.
Bukan sekadar pesta rakyat, kegiatan tersebut menjadi panggung besar untuk merawat tradisi sekaligus menghidupkan potensi wisata lokal. Mengusung tema “Memayu Hayuning Bawana”, kegiatan ini digelar Komunitas Peduli Waduk (KPW) Waduk Cengklik bersama Pemerintah Kecamatan Ngemplak.
Tradisi Sedekah Waduk menjadi salah satu bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Riuh warga mulai terasa sejak peserta berkumpul di kawasan wisata perahu yang berada di depan Waduk Cengklik Park (WCP). Setelah melakukan registrasi, rombongan kemudian bergerak mengikuti kirab budaya menuju Plaza Waduk Cengklik.
Iring-iringan kirab menjadi salah satu magnet utama kegiatan. Warga dan pengunjung tampak menikmati suasana budaya yang dikemas dalam sebuah perhelatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Sesampainya di Plaza Waduk Cengklik, kemeriahan semakin menjadi-jadi. Beragam pertunjukan seni dan perlombaan disuguhkan untuk menghibur masyarakat.
Mulai dari pertunjukan seni budaya tari, Reog “Singo Yogo” khas Ponorogo dari Surakarta, hingga lomba perahu hias ikut mewarnai rangkaian acara.
Tak hanya itu, peserta juga dapat menyaksikan lomba berbusana atau pakaian adat. Penampilan para peserta dengan balutan busana tradisional semakin memperkuat nuansa budaya dalam kegiatan tersebut.
Hiburan dangdut HR Musik dari Kemusu, Boyolali, turut membuat suasana semakin meriah. Masyarakat yang hadir pun mendapatkan suguhan hiburan yang memadukan tradisi, seni, dan hiburan rakyat.
Gunungan Jadi Simbol Rasa Syukur
Salah satu prosesi yang menjadi bagian penting dari Sedekah Waduk Cengklik 2026 adalah pembacaan doa dan dzikir gunungan di Plaza Waduk Cengklik.
Doa dan dzikir juga dilaksanakan di Pulau Domplak. Prosesi tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur masyarakat sekaligus doa bersama agar kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar Waduk Cengklik senantiasa mendapat keberkahan.
Setelah rangkaian doa dan dzikir, masyarakat dan pengunjung kemudian mengikuti prosesi bedah gunungan dan tumpeng.
Prosesi ini pun menjadi salah satu momen yang menarik perhatian. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk berkumpul, berdoa, dan menikmati perayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Di tengah meriahnya kegiatan, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Mengingat jumlah peserta dan pengunjung yang mencapai sekitar 700 orang, kepolisian melakukan pengamanan secara menyeluruh.
Polres Boyolali melalui Polsek Ngemplak menerjunkan 25 personel gabungan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Ngemplak AKP Widarto, S.H. Personel yang terlibat berasal dari Polsek Ngemplak, Koramil 11 Ngemplak, Koramil Sambi, Bhabinpotdirga Lanud Adi Sumarmo, Bhabinkamtibmas, serta Linmas Desa Ngargorejo.
Personel gabungan tersebut disebar di sejumlah titik strategis. Mulai dari jalur yang dilalui rombongan kirab, kawasan Plaza Waduk Cengklik, hingga lokasi kegiatan lainnya.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan pengamanan tersebut, masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan lebih nyaman. Pengunjung pun dapat menikmati pertunjukan seni, perlombaan, prosesi budaya, hingga hiburan yang telah disiapkan panitia.
Polisi Pastikan Tradisi Tetap Aman
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra melalui jajaran Polsek Ngemplak menegaskan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian.
Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan kegiatan budaya dengan aman dan nyaman.
Polri juga memberikan perhatian terhadap kegiatan masyarakat yang memiliki nilai budaya dan kearifan lokal. Pelestarian tradisi dinilai penting agar kekayaan budaya daerah tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H., mengatakan bahwa Polri mendukung kegiatan pelestarian budaya yang digelar masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh peserta dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga ketertiban, sehingga kegiatan budaya dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan masyarakat bukan hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga kesadaran seluruh pihak untuk menjaga ketertiban bersama.
Sedekah Waduk Cengklik 2026 pun akhirnya menjadi pertemuan antara tradisi, seni, hiburan, dan kebersamaan masyarakat.
Dari kirab budaya hingga gunungan, dari Reog hingga perahu hias, seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan wajah budaya masyarakat yang tetap hidup dan berkembang.
Lebih penting lagi, tradisi tersebut berlangsung dalam suasana aman dan kondusif berkat sinergi masyarakat, panitia, aparat keamanan, serta unsur pemerintahan.
Seluruh rangkaian Sedekah Waduk dan Kirab Budaya Waduk Cengklik 2026 akhirnya berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Waduk Cengklik bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya warga, tetapi juga kembali menunjukkan wajahnya sebagai ruang budaya, wisata, sekaligus panggung kebersamaan masyarakat Boyolali. (*)












Tinggalkan Balasan