Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Musim kemarau mulai menghadirkan ancaman yang tak boleh dianggap remeh. Rumput mengering, dedaunan menumpuk, ranting mudah terbakar, sementara satu percikan api saja berpotensi berubah menjadi kobaran yang sulit dikendalikan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Polsek Sidorejo Polres Salatiga bergerak cepat dengan menggencarkan patroli sekaligus memberikan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan perkebunan PTPN I Regional 3, Kampung Sembir, Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu (08/08/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan kawasan perkebunan tetap aman dari ancaman kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang membuat material seperti rumput, daun dan ranting kering lebih mudah tersulut api.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Sidorejo AKP Sarwoko, S.H. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan di Mapolsek Sidorejo.

Dalam arahannya, AKP Sarwoko menekankan agar seluruh personel tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis ketika berinteraksi dengan para pekerja dan pengelola perkebunan.

Patroli diminta dilakukan secara persuasif dan komunikatif, sembari tetap memperhatikan faktor keselamatan personel selama berada di kawasan perkebunan.

Usai apel, Kapolsek Sidorejo bersama Kanit Binmas dan seluruh Bhabinkamtibmas kemudian bergerak menuju kawasan PTPN I Regional 3 menggunakan kendaraan roda dua.

Setibanya di lokasi, rombongan kepolisian disambut Mandor PTPN I Regional 3, Riyanto, bersama dua orang karyawan PTPN.

Pertemuan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dengan pengelola perkebunan dalam menghadapi potensi Karhutla.

Baca Juga:  Pemkab Sidoarjo Sidak Pasar Porong: Pastikan Harga Stabil Jelang Ramadhan

Kapolsek Sidorejo menjelaskan, patroli dan penyampaian imbauan tersebut merupakan langkah preemtif dan preventif Polri untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kawasan perkebunan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus karena material kering yang berada di sekitar lahan dapat menjadi bahan mudah terbakar ketika tersulut api.

Karena itu, petugas mengajak seluruh karyawan PTPN I Regional 3 meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Larangan tersebut antara lain tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan menggunakan api.

Para pekerja juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki banyak rumput, daun, dan ranting kering.

Selain menghindari sumber api, petugas juga mendorong pengelola perkebunan untuk secara rutin melakukan pembersihan terhadap material yang mudah terbakar.

Rumput kering, ranting dan tumpukan daun harus dibersihkan sehingga tidak menjadi bahan bakar apabila sewaktu-waktu muncul percikan api.

Tak berhenti pada imbauan, Polsek Sidorejo juga mendorong PTPN I Regional 3 menyiapkan sarana pemadaman awal.

Peralatan seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), persediaan air, selang hingga alat pemukul api dinilai penting sebagai perlengkapan awal apabila muncul titik api.

Petugas juga meminta pengelola meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran.

Sebab, dalam kondisi darurat, kecepatan mendeteksi keberadaan asap atau titik api menjadi sangat penting. Semakin cepat diketahui, semakin besar pula peluang api dipadamkan sebelum meluas.

Baca Juga:  Mahakarya Batik Tulungagung 2026 Meriah! 86 Peserta Adu Gaya, Batik Lokal Siap Menembus Panggung Jawa Timur

Kapolsek Sidorejo AKP Sarwoko, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mencegah Karhutla.

“Mari bersama-sama mengantisipasi potensi Karhutla dengan melaksanakan patroli secara rutin, tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar, serta menyiapkan APAR maupun peralatan pemadaman lainnya. Apabila menemukan potensi kebakaran atau titik api, segera laporkan melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ucap AKP Sarwoko.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam atau kepolisian setelah api terlanjur membesar.

Kewaspadaan dari para pekerja, pengelola perkebunan dan masyarakat di sekitar kawasan menjadi lapisan pertahanan pertama untuk mencegah munculnya kebakaran.

Sementara itu, Mandor PTPN I Regional 3, Riyanto, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Polsek Sidorejo yang turun langsung memberikan edukasi kepada para pekerja.

Menurutnya, koordinasi antara pihak perkebunan dan kepolisian menjadi hal penting dalam menjaga kawasan PTPN tetap aman, terutama selama musim kemarau.

Pihak PTPN I Regional 3 juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan di kawasan perkebunan.

Seluruh imbauan yang disampaikan petugas kepolisian akan diteruskan kepada para karyawan agar setiap pekerja memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla.

Hasil kegiatan tersebut menunjukkan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Polsek Sidorejo dengan pihak PTPN I Regional 3.

Para karyawan memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran dan menyatakan kesiapan untuk bersama-sama menjaga kawasan perkebunan.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Tingkatkan Langkah Preventif Hadapi Ancaman Bencana di Musim Hujan

Kabar baiknya, selama pelaksanaan patroli dan edukasi berlangsung, situasi kawasan perkebunan terpantau aman, tertib dan lancar.

Tidak ditemukan adanya kebakaran hutan maupun lahan di kawasan PTPN I Regional 3.

Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa langkah pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, terutama pengelola kawasan perkebunan yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap kondisi wilayah yang dikelolanya.

Memasuki musim kemarau, pengawasan harus ditingkatkan dan potensi sekecil apa pun tidak boleh disepelekan.

“Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan harus menjadi perhatian bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat, pengelola perkebunan, maupun pihak terkait untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang rawan kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk menjaga Kota Salatiga tetap aman, lestari, dan terhindar dari bencana Karhutla,” tegas AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.

Patroli Polsek Sidorejo di kawasan PTPN I Regional 3 pun menjadi gambaran bahwa perang melawan Karhutla harus dimulai sebelum api muncul.

Dengan patroli rutin, edukasi kepada pekerja, kesiapan peralatan pemadaman serta komunikasi cepat ketika menemukan titik api, ancaman kebakaran diharapkan dapat ditekan sedini mungkin.

Pesannya sederhana namun penting: jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Cegah sejak percikan pertama. (*)