Misi Kemanusiaan Polda Jatim: 11,62 Ton Pangan, 23 Ribu Liter Air hingga Tim Trauma Healing Meluncur ke NTT

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Bukan sekadar mengirim kardus bantuan, Polda Jawa Timur membawa misi kemanusiaan yang lebih lengkap untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Ribuan kebutuhan pokok, air bersih, dapur lapangan hingga tim trauma healing disiapkan untuk membantu warga menghadapi masa sulit pascabencana.
Pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Senin (17/8/2026). Momen pemberangkatan dilakukan sebelum pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Polda Jatim.
Bantuan itu menjadi salah satu bentuk kepedulian jajaran kepolisian di Jawa Timur terhadap masyarakat di wilayah yang sedang menghadapi dampak bencana.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan masyarakat terdampak.
Total bantuan yang diberangkatkan antara lain sekitar 11,62 ton bahan pangan, 23.429 liter air minum dalam kemasan, serta 853 kodi berbagai kebutuhan pengungsi.
“Bantuan ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur,” kata Kombes Pol Abast.
Menariknya, kepedulian Polda Jatim tidak berhenti pada pengiriman bantuan logistik. Polisi juga menyiapkan dukungan psikologis bagi masyarakat yang mengalami tekanan akibat bencana.
Satu Tim Psikologi Biro SDM Polda Jatim diterjunkan untuk memberikan layanan trauma healing. Kehadiran tim tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pendampingan psikologis setelah menghadapi situasi bencana.
“Selain Tim Psikologi Biro SDM, kami juga mengirimkan personel Satbrimob Polda Jatim dan Ditpolairud Polda Jatim untuk mendukung kegiatan kemanusiaan di lokasi terdampak,” ujar Kombes Pol Abast.
Kehadiran personel tersebut tidak hanya untuk mendukung proses distribusi bantuan, tetapi juga memperkuat kegiatan kemanusiaan dan operasional di wilayah terdampak.
Untuk memastikan bantuan dapat bergerak dan didistribusikan, Polda Jatim mengerahkan sekitar 14 kendaraan operasional dan kendaraan pengangkut.
Tak hanya kendaraan angkut, dua unit kendaraan dapur lapangan juga diberangkatkan. Peralatan ini dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak selama berada dalam kondisi darurat.
Dengan adanya dapur lapangan, kebutuhan makanan bagi warga di lokasi terdampak diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan terorganisasi.
Selain itu, Polda Jatim turut mengirimkan dua unit kendaraan water treatment.
Kendaraan tersebut memiliki peran penting untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Di tengah situasi bencana, akses terhadap air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Artinya, misi kemanusiaan yang dikirim Polda Jatim bukan hanya membawa bantuan untuk hari ini, tetapi juga menyiapkan dukungan operasional untuk kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana.
Kombes Pol Abast menjelaskan, pengiriman bantuan tersebut dilakukan secara bertahap. Polda Jatim akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Secara bertahap kami akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.
Pola tersebut dinilai penting agar bantuan tidak sekadar terkumpul dalam jumlah besar, tetapi benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sebab dalam situasi bencana, kebutuhan warga dapat berubah dengan cepat. Setelah kebutuhan pangan terpenuhi, misalnya, kebutuhan air bersih, layanan kesehatan, dukungan psikologis maupun kebutuhan pengungsi lainnya bisa menjadi prioritas berikutnya.
Pengiriman bantuan kemanusiaan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan seremoni.
Di tengah peringatan hari kemerdekaan, solidaritas terhadap sesama warga Indonesia juga menjadi bagian penting dari semangat kebangsaan.
Polda Jatim mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima oleh masyarakat terdampak secara cepat dan tepat.
Kombes Pol Abast pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak proses pengumpulan, penyiapan hingga pendistribusian bantuan.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini dapat segera sampai, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan di Nusa Tenggara Timur,” pungkas Kombes Pol Abast.
Dengan membawa belasan ton bahan pangan, puluhan ribu liter air minum, ratusan kodi kebutuhan pengungsi, dapur lapangan, kendaraan pengolah air bersih hingga tim trauma healing, Polda Jatim menunjukkan bahwa operasi kemanusiaan tidak sekadar soal mengirim bantuan.
Lebih dari itu, misi tersebut membawa pesan sederhana namun kuat: ketika saudara sebangsa tertimpa bencana, kepedulian tidak boleh berhenti di jarak. (*)












Tinggalkan Balasan