BANGUI | SUARAGLOBAL.COM — Ribuan kilometer dari Tanah Air, di tengah atmosfer penugasan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Merah Putih tetap berkibar gagah. Dentuman semangat kemerdekaan Indonesia menggema di Camp Satgas Kizi TNI, Bangui, Republik Afrika Tengah, Senin (17/8/2026).

Personel Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA bersama Satgas Indo FPU 7 MINUSCA menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Meski tidak berada di halaman istana, lapangan kota, maupun kampung halaman masing-masing, para prajurit Indonesia tetap menjalankan upacara dengan penuh khidmat. Pengibaran Sang Merah Putih di tanah misi menjadi momen emosional sekaligus membangkitkan rasa bangga sebagai anak bangsa yang tengah mengemban tugas internasional.

Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Para personel berdiri tegap mengikuti seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bangsa merdeka.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Satgas Indo FPU 7 MINUSCA, Kombes Pol Norhayat, S.I.K. Sementara itu, Komandan Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, S.I.P., M.Sc., M.Han., turut mendampingi jalannya kegiatan.

Bagi personel TNI-Polri yang bertugas dalam misi perdamaian MINUSCA, peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar seremoni tahunan.

Pengibaran Merah Putih di wilayah penugasan menjadi simbol bahwa semangat kebangsaan tetap menyala meski para prajurit berada jauh dari keluarga dan tanah kelahiran.

Di tengah tugas menjaga perdamaian, mereka membawa nama Indonesia. Setiap pekerjaan dan pengabdian yang dilakukan di lapangan menjadi bagian dari wajah Indonesia dalam percaturan internasional.

Komandan Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, mengatakan momentum kemerdekaan di tanah misi menjadi kesempatan untuk kembali merefleksikan makna perjuangan bangsa.

Baca Juga:  Keceriaan di Polsek Dukuh Pakis: Pembinaan Tradisi Milad Oktober yang Berkesan

Menurutnya, tugas menjaga perdamaian dunia merupakan salah satu bentuk implementasi nyata amanat konstitusi Indonesia.

“Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi terciptanya perdamaian di Republik Afrika Tengah,” ujar Letkol Czi Septian.

Ia menegaskan, nilai-nilai kemerdekaan menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas.

Integritas, profesionalisme, disiplin, serta tanggung jawab menjadi modal utama para prajurit dalam melaksanakan misi yang tidak ringan.

“Nilai tersebut menjadi pedoman bagi personel Satgas Kizi TNI untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” lanjutnya.

Kehadiran personel Kontingen Garuda di Republik Afrika Tengah tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial maupun pengamanan.

Satgas Kizi TNI juga menjalankan berbagai pekerjaan teknis di bidang zeni yang mendukung pelaksanaan mandat MINUSCA.

Kontribusi tersebut antara lain berupa perbaikan jalan, pembangunan fasilitas, hingga berbagai pekerjaan konstruksi dan zeni lainnya.

Pekerjaan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Letkol Czi Septian menyebut berbagai aktivitas teknis tersebut menjadi strategic enabler dalam mendukung pemenuhan mandat MINUSCA.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Wujudkan Zero Buta Huruf Al Quran Bagi Warga Binaan

Dengan dukungan infrastruktur dan pekerjaan zeni yang dilakukan, diharapkan tercipta kondisi yang lebih aman dan stabil sehingga misi perdamaian dapat berjalan secara optimal.

Bagi para prajurit, pekerjaan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam membantu menciptakan perdamaian di negara yang masih menghadapi berbagai tantangan keamanan dan kemanusiaan.

Namun, suasana khidmat tidak berlangsung sepanjang hari.

Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, nuansa peringatan kemerdekaan berubah menjadi lebih semarak. Para personel TNI dan Polri yang berada dalam satu penugasan kemudian mengikuti berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus.

Tarik tambang menjadi salah satu permainan yang mengundang gelak tawa. Adu kekuatan antarpeserta berlangsung seru dan penuh semangat.

Tidak hanya itu, perlombaan makan pisang, voli balon air, hingga balap karung turut memeriahkan suasana.

Berbagai permainan yang selama ini identik dengan perayaan kemerdekaan di kampung-kampung Indonesia ternyata tetap bisa menghadirkan keceriaan meski dilaksanakan jauh di benua Afrika.

Sorak-sorai para peserta dan rekan-rekan yang menyaksikan perlombaan membuat suasana Camp Satgas Kizi TNI semakin hidup.

Jarak ribuan kilometer dari Indonesia seolah tidak mampu memutus tradisi 17-an.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pererat Kekompakan

Di balik kemeriahan perlombaan, terdapat pesan penting yang ingin dibangun. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat sinergitas dan kekompakan personel TNI-Polri selama menjalankan tugas di daerah misi.

Rutinitas penugasan yang padat tentu membutuhkan soliditas dan komunikasi yang kuat. Karena itu, momentum peringatan HUT ke-81 RI dimanfaatkan untuk menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menyegarkan kembali semangat para personel.

Baca Juga:  Kolaborasi untuk Sehat: Danramil 01/Sidomukti Hadiri Apel Luar Biasa Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 dan Hari AIDS Sedunia 2024 di Salatiga

Seluruh perlombaan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Tidak ada sekat antara satu satuan dengan satuan lainnya. Para personel berbaur dalam suasana penuh keakraban, saling memberikan dukungan, dan menikmati momen kebersamaan.

Bagi para prajurit yang selama berbulan-bulan harus berada jauh dari keluarga, kegiatan sederhana seperti lomba 17-an memiliki arti tersendiri.

Canda, tawa, dan semangat berkompetisi menjadi pengobat rindu terhadap suasana perayaan kemerdekaan di Tanah Air.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangui akhirnya bukan sekadar tentang upacara pengibaran bendera.

Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui pengabdian para prajurit Indonesia di panggung internasional.

Dari lapangan upacara hingga arena lomba, dari tugas zeni hingga misi perdamaian, semangat yang dibawa tetap sama: menjaga nama baik Indonesia dan memberikan kontribusi terbaik bagi perdamaian dunia.

Di tanah Afrika Tengah, Sang Merah Putih kembali menjadi simbol kebanggaan.

Para prajurit Garuda mungkin jauh dari keluarga, jauh dari hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan di berbagai penjuru Nusantara. Namun, semangat Indonesia tetap menyala.

Sebab bagi mereka, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang setiap 17 Agustus.

Kemerdekaan adalah semangat untuk terus mengabdi, bekerja, menjaga persatuan, dan membawa nama Indonesia dengan penuh kehormatan di mana pun kaki berpijak. (Sdq)