Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Hari libur nasional tak membuat suasana Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, sepi. Justru sejak Selasa (25/8/2026) pagi, halaman Kantor Kecamatan Bergas berubah menjadi lautan manusia.

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan berbondong-bondong datang untuk menikmati gelaran Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026.

Suasana semakin meriah karena kegiatan tersebut tak sekadar menjadi panggung hiburan. Beragam produk unggulan masyarakat, makanan olahan, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut dipamerkan dan dijajakan dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, sejumlah produk UMKM yang tampil dalam expo mendapat sentuhan pendampingan dari mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sejak pagi, warga terlihat hilir mudik dari satu stan ke stan lainnya. Produk makanan dan berbagai hasil kreativitas masyarakat menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Kemeriahan semakin lengkap setelah Bupati Semarang Ngesti Nugraha membuka rangkaian kegiatan. Jalan sehat dengan hadiah utama sepeda motor serta berbagai hadiah menarik lainnya juga membuat antusiasme masyarakat semakin tinggi.

Di tengah riuhnya kegiatan, Rektor UPGRIS Dr. H. Sapto Budoyo, S.H., M.H. hadir langsung. Kehadirannya sekaligus menegaskan komitmen kampus untuk terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Sapto menegaskan bahwa kegiatan Expo KKN bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat.

“Setiap tahun UPGRIS ada program KKN di Kabupaten Semarang. Terima kasih kepada Pak Bupati,” ujar Sapto.

Baca Juga:  Dari Nusakambangan hingga Wonogiri! 16 Narapidana Hindu di Jateng Terima Remisi

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Semarang yang selama ini menerima mahasiswa KKN dengan baik.

“Atas nama Rektor dan keluarga besar Universitas PGRI Semarang, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Semarang dan Bapak Bupati,” tambahnya.

Menurut Sapto, pelaksanaan KKN di wilayah Kabupaten Semarang menunjukkan adanya kolaborasi dan sinergi yang baik antara perguruan tinggi dengan pemerintahan.

Pada 2026, UPGRIS menerjunkan 999 mahasiswa KKN di Kabupaten Semarang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 288 mahasiswa ditempatkan di wilayah Kecamatan Bergas.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

“Kami berharap melalui momentum KKN ini, mahasiswa tidak hanya menimba ilmu di kampus, tetapi juga belajar hidup di tengah masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus,” harap Sapto.

Ia menambahkan, kampus ingin keberadaan mahasiswa KKN benar-benar memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, kegiatan KKN diharapkan tidak berhenti ketika masa penugasan mahasiswa selesai. Program yang telah dirintis diharapkan dapat menjadi awal keberlanjutan komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan apresiasi terhadap kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Semarang dan UPGRIS.

“Terima kasih atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang kepada Bapak Rektor yang selama ini telah menjalin kerja sama, termasuk kepada para mahasiswa untuk program KKN. Mahasiswa ikut pendampingan dalam rangka menimba ilmu di desa-desa dan kelurahan,” kata Ngesti.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memiliki manfaat yang cukup besar. Selain membantu proses pembelajaran sosial bagi mahasiswa, mereka juga diharapkan mampu memberikan edukasi dan inovasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  81 Tahun Merdeka Bukan Cuma Seremoni! FPKS Jatim Dorong Kesejahteraan Rakyat Jadi Bukti Nyata

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah UMKM.

Mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat mulai dari pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, hingga berbagai inovasi lain yang dapat meningkatkan nilai jual produk lokal.

“Mahasiswa diharapkan dapat memberikan edukasi dan inovasi kepada masyarakat, kaitannya di bidang UMKM, seperti pembuatan produk, kemudian juga pendampingan di bidang lainnya,” ungkapnya.

Namun, Ngesti juga menitipkan pesan khusus kepada para mahasiswa.

Ia meminta mahasiswa tidak hanya fokus pada bidang ekonomi dan UMKM, tetapi turut mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Mahasiswa diminta ikut mengingatkan anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Pesan tersebut menjadi penting karena mahasiswa yang berada langsung di tengah masyarakat dinilai memiliki ruang untuk berinteraksi dan memberikan pemahaman positif kepada generasi muda.

Di antara deretan stan yang berjajar, salah satu yang cukup mencuri perhatian pengunjung adalah stan UMKM dari Desa Ngempon.

Bukan hanya menawarkan produk makanan dan minuman, stan tersebut juga menampilkan miniatur Candi Ngempon, salah satu ikon budaya yang menjadi bagian dari identitas wilayah tersebut.

Kehadiran miniatur itu membuat stan terasa berbeda. Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk UMKM, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai potensi budaya dan sejarah lokal.

Mahasiswa juga ikut mendampingi pengembangan produk yang ditampilkan.

Salah satu produk yang dijual adalah kunir asam dan beras kencur, yang dibuat melalui kerja sama dengan pengurus RT 5 RW 3.

Baca Juga:  Skor 100 Tanpa Cela! Polres Magetan Borong Nilai Sempurna IKPA, Bukti Anggaran Dikelola Super Profesional

Produk tradisional tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal bisa dikemas menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat dengan dukungan mahasiswa.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung untuk belajar mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satunya Alya Safrina, mahasiswi PGSD asal Pati. Ia mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam gelaran Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman tersendiri karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus membantu mempromosikan potensi yang dimiliki desa.

Kemeriahan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026 semakin terasa dengan digelarnya jalan sehat pada pagi hari.

Begitu kegiatan dibuka Bupati Semarang, warga langsung mengikuti jalan sehat yang menawarkan berbagai hadiah menarik. Hadiah utama berupa sepeda motor menjadi salah satu daya tarik yang membuat masyarakat antusias mengikuti kegiatan.

Hingga siang hari, halaman Kantor Kecamatan Bergas masih dipenuhi warga.

Ada yang berburu kuliner, melihat-lihat produk UMKM, menikmati kesenian rakyat, mengikuti rangkaian acara, hingga sekadar merasakan atmosfer perayaan bersama masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.

Gelaran tersebut akhirnya bukan hanya menjadi panggung bagi mahasiswa KKN untuk menunjukkan hasil pendampingannya.

Expo juga menjadi etalase potensi masyarakat Bergas sekaligus bukti bahwa ketika kampus, pemerintah dan warga bergerak bersama, kegiatan yang sederhana dapat berubah menjadi momentum yang penuh warna dan memberikan manfaat nyata.

Bagi Bergas, hari libur kali ini pun terasa berbeda. Bukan sekadar tanggal merah, tetapi menjadi hari ketika potensi desa, kreativitas mahasiswa, dan semangat masyarakat tumpah ruah dalam satu arena. (*)