Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Hari puncak Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Tahun 2026 berlangsung semarak. Sebanyak 2.600 mahasiswa baru diajak tidak hanya mengenal kehidupan akademik di perguruan tinggi, tetapi juga memahami pentingnya budaya, tradisi, dan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.

Suasana semakin meriah melalui agenda “Ngaji Kebudayaan” bersama Drs. KH. Amin Maulana Budi Harjono, M.Sos., yang dipadukan dengan pertunjukan Gamelan Orkestra Kiai Tapel.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Achmadi, Kampus III UIN Salatiga, Senin (24/8/2026). Agenda ini menjadi salah satu rangkaian penting PBAK sekaligus ruang refleksi bagi mahasiswa baru sebelum memulai perjalanan akademiknya di lingkungan kampus.

Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, ngaji kebudayaan dikemas sebagai sarana untuk mempertemukan mahasiswa dengan nilai-nilai budaya Islam dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembekalan mahasiswa baru.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa baru agar mampu memanfaatkan masa studi dengan sebaik mungkin.

Menurutnya, empat tahun masa perkuliahan merupakan waktu yang sangat berharga. Masa tersebut harus diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat mendukung perkembangan akademik, kapasitas diri, maupun pengalaman mahasiswa selama berada di kampus.

“Gunakan masa 4 tahun dengan secara maksimal. Karena waktu tersebut akan terasa lama apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, tetapi akan terasa lebih cepat apabila dapat dimanfaatkan untuk menunjang akademik,” ujar Prof. Miftahuddin.

Baca Juga:  Tiga Pilar Emas Antar Alexa Salsabila Raih Gelar Duta SMA Nasional Puteri 2025

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa baru agar sejak awal memiliki target dan arah yang jelas selama menjalani pendidikan tinggi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir mengikuti perkuliahan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Prof. Miftahuddin juga berharap materi yang disampaikan KH. Amin Maulana Budi Harjono dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa baru angkatan 2026.

Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan membangun kompetensi sekaligus memperluas pengalaman melalui organisasi dan berbagai aktivitas positif di lingkungan kampus.

Ketua DEMA UIN Salatiga, M. Ikbal Sada Islam, turut menyambut baik pelaksanaan rangkaian PBAK 2026. Menurutnya, kehadiran agenda ngaji kebudayaan memiliki arti penting dalam membangun kesadaran mahasiswa mengenai identitas mereka sebagai bagian dari komunitas akademik sekaligus masyarakat yang memiliki akar budaya.

“Selamat telah mengikuti serangkaian PBAK UIN Salatiga Tahun 2026. Melalui kegiatan hari ini, kita mengingat budaya umat Islam dan budaya akademik sebagai mahasiswa,” kata Ikbal.

Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya perlu memahami aturan dan sistem akademik di perguruan tinggi. Lebih jauh, mereka juga perlu memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan sebagai mahasiswa.

Budaya akademik, tradisi keislaman, organisasi, dan kehidupan sosial menjadi bagian yang dapat membentuk karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Baca Juga:  Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Tegaskan Komitmen Antikorupsi melalui Penandatanganan Pakta Integritas 2025

Karena itu, kegiatan PBAK tidak hanya menjadi pintu masuk untuk mengenal lingkungan kampus, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah pendidikan Islam.

Sementara itu, Drs. KH. Amin Maulana Budi Harjono, M.Sos., dalam materi utamanya membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya sebagai alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan pendidikannya berawal dari lingkungan pesantren dan madrasah. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan akademik dan kehidupannya.

“Saya juga alumni PTKIN, yang berangkat mulai dari pesantren dan madrasah. Maka para mahasiswa baru diharapkan mempunyai perencanaan yang matang dan dapat lulus tepat waktu,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam ngaji kebudayaan. Mahasiswa baru diajak memahami bahwa keberhasilan dalam menjalani pendidikan tinggi membutuhkan perencanaan dan kedisiplinan.

Sejak awal perkuliahan, mahasiswa perlu mengetahui target yang ingin dicapai, mengatur aktivitas akademik, serta memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di kampus.

Perencanaan studi juga menjadi penting agar mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.

KH. Amin Maulana juga menyampaikan pandangan yang sejalan dengan pesan Wakil Rektor mengenai pentingnya manajemen waktu.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Namun, dalam mengejar target akademik dan berbagai pencapaian lainnya, mahasiswa jangan sampai kehilangan hubungan dengan budaya dan tradisi yang menjadi akar identitasnya.

Baca Juga:  Dari Rutan hingga Lapas Perempuan, Ditjenpas Jateng Teguhkan Dukungan terhadap KUHP Nasional dan Layanan Ramah Gender

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Rektor, jadi manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya tetapi jangan melupakan budaya atau tradisi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penutup penting dari materi ngaji kebudayaan. Kemajuan akademik dan perkembangan zaman, menurut pesan yang disampaikan, tidak harus membuat generasi muda meninggalkan akar budaya.

Justru, mahasiswa diharapkan mampu berjalan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai keislaman.

Semangat mahasiswa baru semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan Gamelan Orkestra Kiai Tapel. Kesenian tersebut memberikan warna tersendiri dalam puncak PBAK UIN Salatiga Tahun 2026.

Perpaduan antara pembekalan akademik, ngaji kebudayaan, dan pertunjukan seni tradisional menjadikan agenda puncak PBAK tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberikan pengalaman budaya kepada ribuan mahasiswa baru.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru UIN Salatiga angkatan 2026 diharapkan memasuki dunia perkuliahan dengan semangat baru.

Mereka tidak hanya dituntut mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, aktif berorganisasi, mampu mengelola waktu, serta tetap memiliki kepedulian terhadap budaya dan tradisi.

Dengan bekal tersebut, perjalanan empat tahun di bangku perguruan tinggi diharapkan menjadi fase penting untuk membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, memiliki pengalaman organisasi, sekaligus tidak tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai keislaman. (*)