Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG| SUARAGLOBAL.COM – Misteri penemuan bayi yang terkubur di sebuah kebun di Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, perlahan menemui titik terang. Satreskrim Polres Semarang mengamankan sepasang kekasih yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial WAP (19) dan PA (17). Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan, polisi bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai adanya temuan mencurigakan berupa gundukan tanah di sebuah kebun.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga kasus tersebut bermula dari hubungan antara WAP dan PA yang telah terjalin sejak Agustus 2025.

Dalam perkembangan penyidikan, polisi memperoleh informasi bahwa PA diduga mengalami kehamilan dan kemudian melahirkan tanpa bantuan tenaga medis.

“Karena takut dan malu, akhirnya mereka melakukan persalinan sendiri. Orang tua tidak mengetahui kondisi tersebut,” ujar Bodia saat memberikan keterangan di Mapolres Semarang, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga:  Sinergi TNI, Polri, Kajari dan Insan Pers Menguat di Momen Buka Puasa Bersama, Sepakat Jaga Informasi dan Stabilitas Daerah

Setelah proses persalinan, bayi tersebut kemudian disembunyikan. Polisi menduga WAP membawa bayi ke sebuah kebun yang berada di belakang rumah untuk kemudian dikuburkan.

Peristiwa itu akhirnya terbongkar setelah keberadaan gundukan tanah di kebun tersebut diketahui oleh ayah WAP.

Kasus ini bermula ketika orang tua WAP sedang mencari rumput di kawasan kebun yang berada di belakang rumah.

Di lokasi tersebut, ayah WAP melihat gundukan tanah yang dinilai tidak biasa. Kecurigaan itu kemudian mendorong pihak keluarga untuk melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan Polsek Bandungan.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Satreskrim Polres Semarang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan bayi tersebut berada di lokasi tersebut.

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya tenaga medis yang membantu proses persalinan.

Namun, berdasarkan hasil penelusuran awal, polisi menyatakan tidak menemukan informasi mengenai adanya bidan atau tenaga medis yang membantu proses persalinan.

Baca Juga:  Ngeri! Truk Dump Gagal Nanjak di Tanjakan Jlegong, Mundur Hantam Truk Bak Kayu, Satu Sopir Meninggal di Lokasi

“Dari penelusuran, ternyata tidak ada bidan yang membantu persalinan. Kemudian kami mengumpulkan informasi dan menemukan dua remaja yang gerak-geriknya mencurigakan,” ungkap Bodia.

Penyelidikan yang dilakukan polisi akhirnya mengarah kepada WAP dan PA.

Keduanya kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait temuan bayi yang terkubur tersebut.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyatakan kedua remaja tersebut mengakui keterlibatan dalam perkara yang sedang diselidiki.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Bodia menegaskan, proses pengungkapan kasus dilakukan dalam waktu relatif cepat.

“Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam beserta sejumlah barang bukti,” jelasnya.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk peran masing-masing pihak.

Saat ini, perkara tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Semarang.

Baca Juga:  Tiba – Tiba Histeris, Ternyata Seorang Karyawati di Perusahaan Garmen Alami Hal Ini

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti untuk menentukan konstruksi perkara serta proses hukum terhadap masing-masing pihak.

Kasus ini juga mendapat perhatian khusus karena salah satu orang yang diamankan masih berusia 17 tahun dan secara hukum masuk kategori anak.

Karena itu, proses penanganannya akan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terhadap anak, selain tetap mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi.

Polisi memastikan penyidikan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta di balik peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang.

Penemuan bayi yang terkubur di kawasan kebun Bandungan tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi lingkungan sekitar. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya kondisi yang membutuhkan penanganan, terutama yang menyangkut keselamatan ibu dan anak.

Kasus ini masih bergulir. Polisi belum menyampaikan seluruh detail hasil penyidikan karena proses pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pihak terkait masih berlangsung. (*)