Gara-Gara Mau Ngopi, Kios Bahan Bangunan Milik Suratmin Ludes Dilalap Si Jago Merah

Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Niat hendak membuat secangkir kopi justru berujung petaka. Sebuah kios kayu olahan bahan bangunan milik Suratmin di Jalan Raya Sine–Gondang, Dusun Ploso Kerep, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes terbakar, Kamis (24/9/2026) sore.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu diduga dipicu tungku kayu yang digunakan untuk memasak air di dapur. Tungku tersebut diduga belum benar-benar padam setelah digunakan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Suratmin hendak memasak air untuk membuat kopi dengan menggunakan tungku kayu yang berada di dapur dalam kios kayu olahan miliknya.
Setelah selesai memasak, Suratmin kemudian meninggalkan lokasi dapur dan bekerja di bagian belakang kios, tepatnya di tempat penggergajian kayu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, dua orang saksi, Yosep dan Sutrisno, yang saat itu sedang bekerja di belakang kios, tiba-tiba melihat kobaran api membesar dari dalam kios milik Suratmin.
Keduanya sontak berusaha melakukan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, Yosep dan Sutrisno berupaya memadamkan api sembari berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Namun, api dengan cepat membesar. Material kios yang mayoritas terbuat dari kayu membuat kobaran api dengan mudah merambat dan melahap bangunan beserta material kayu olahan bahan bangunan yang berada di dalamnya.
Melihat kondisi tersebut, Yosep kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Kuniran, Joko Sukendro. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Polsek Sine.
Mendapat informasi kebakaran, anggota Polsek Sine bersama anggota Koramil segera bergerak menuju lokasi. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan ELPIJE serta masyarakat sekitar yang bergotong royong melakukan upaya pemadaman.
Tak berselang lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Masing-masing berasal dari Kabupaten Ngawi dan Kecamatan Widodaren.
Petugas pemadam kebakaran bersama unsur TNI-Polri, relawan dan warga kemudian berjibaku menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke bangunan maupun lokasi lain di sekitar tempat kejadian.
Setelah dilakukan pemadaman, petugas memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, tidak ada orang yang berada di dalam kios.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara serta keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga bermula dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak air.
Tungku tersebut diduga lupa dimatikan atau belum sepenuhnya padam setelah digunakan. Bara api kemudian diduga menyambar material kayu yang berada di sekitar dapur hingga akhirnya api membesar dan menghanguskan kios.
Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.
Sejumlah barang yang diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut di antaranya satu buah kayu sisa terbakar, seng bekas kerangka atap dan satu buah tungku yang diduga digunakan untuk memasak air sebelum kebakaran terjadi.
Kepala Desa Kuniran, Joko Sukendro, yang berada di lokasi saat kejadian, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele sumber api di rumah maupun tempat usaha.
Ia mengimbau warga selalu memastikan kompor maupun tungku benar-benar padam setelah selesai digunakan. Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti memasak air sekalipun tetap membutuhkan kewaspadaan. Bara tungku yang dianggap sudah aman bisa saja menjadi sumber petaka apabila ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kios kayu olahan milik Suratmin beserta material yang ada di dalamnya harus hangus dilalap api. (*)












Tinggalkan Balasan