Laporan: Wahyu Widodo

BLORA | SUARAGLOBAL.COM – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, sebanyak 100 tangki air bersih dan 100 paket sembako disalurkan kepada warga di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan bakti sosial yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WIB tersebut turut diikuti Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto. Kegiatan dipusatkan di Dukuh Kedungglagah, Desa Pelem, Kecamatan Jati, sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi yang sulit.

Bantuan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan. Di tengah keterbatasan ketersediaan air, distribusi bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari keperluan rumah tangga hingga kebutuhan dasar lainnya.

Tak hanya air bersih, paket sembako juga disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Perpaduan bantuan tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang menghadapi dampak bencana dan tekanan kebutuhan hidup.

10 Desa Jadi Sasaran Penyaluran Bantuan

Penyaluran bantuan menyasar masyarakat di 10 desa di wilayah Kecamatan Jati. Masing-masing desa mendapatkan alokasi 10 tangki air bersih sehingga total bantuan yang disiapkan mencapai 100 tangki.

Baca Juga:  Menggugah Nurani: Media Sinar Global Nusantara Awali Tahun 2025 dengan Berbagi untuk Lansia dan Anak Yatim

Pembagian secara merata tersebut menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Selain distribusi air bersih, 100 paket sembako turut diberikan untuk membantu meringankan beban warga.

Program ini tidak sekadar menjadi agenda peringatan hari bakti institusi, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Terlebih, persoalan kekeringan dan dampak asap karhutla dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas-tugas kedinasan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Erik Murdiyanto: Momentum Memperkuat Kebersamaan

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut memiliki makna penting dalam memperkuat kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.

Menurut Erik, momentum Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026 menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarsesama sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Kegiatan ini tentunya menjadi momentun untuk menguatkan kebersamaan dan bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujar Erik Murdiyanto, Kepala Lapas Purwodadi.

Baca Juga:  Setetes Bensin Sejuta Arti: Polisi Salatiga Bantu Warga yang Kehabisan BBM, Selamatkan Dari Keterlambatan Sekolah

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran institusi pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama.

Partisipasi Lapas Purwodadi dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kepedulian sosial diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata.

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Kegiatan bakti sosial tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jati, serta Kepala Desa Pelem.

Penyerahan bantuan secara simbolis menjadi penanda sinergi antara jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan unsur pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi darurat atau bencana yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, penyaluran bantuan air bersih di wilayah terdampak kekeringan diharapkan dapat memberikan dukungan bagi warga, sembari memperkuat semangat saling membantu di lingkungan masyarakat.

Baca Juga:  Ubah Limbah Jadi Berkah! Warga Binaan Lapas Purwodadi Sulap Pelepah Pisang Menjadi Kompos

Hari Bakti Kemenimipas Harus Berdampak Nyata

Bagi Lapas Kelas IIB Purwodadi, keterlibatan dalam program IMIPAS Peduli merupakan bagian dari dukungan terhadap komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk meningkatkan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemasyarakatan berupaya menunjukkan bahwa pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk membantu warga yang membutuhkan air bersih dan bahan kebutuhan pokok.

Erik berharap, semangat Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026 dapat menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk terus menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ia juga berharap bantuan yang disalurkan mampu meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Dengan semangat Hari Bakti Kemenimipas diharapkan terus dapat memberikan dampak manfaat bagi masyarakat luas sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” pungkasnya.

Melalui program IMIPAS Peduli, semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas institusi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Bantuan 100 tangki air bersih dan 100 paket sembako di Kecamatan Jati menjadi salah satu bentuk nyata upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan bersama. (*)