Laporan: Ninis Indrawati

BLITAR | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan, Polres Blitar Kota Polda Jatim mengadakan program bertajuk “Polisi Sapa Santri”. Program ini bertujuan untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan para santri di berbagai pondok pesantren serta memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Salah satu kegiatan terbaru dalam program ini digelar di Pondok Pesantren Mambaul Hisan I, yang berlokasi di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan ini, Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan pentingnya silaturahmi serta komunikasi antara polisi dan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 58 Lokomotif dan 417 Kereta untuk Angkutan Lebaran 2025

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan para santri, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” ujar AKBP Titus pada Jumat (14/3/2025).

Edukasi dan Interaksi Bersama Santri

Selain menjalin silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan mengenai berbagai isu penting yang berkaitan dengan kehidupan para santri. Beberapa topik utama yang disampaikan antara lain:

Bahaya penyalahgunaan narkoba, yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

Keselamatan berlalu lintas, guna meningkatkan kesadaran santri dalam berkendara secara aman.

Pencegahan paham radikalisme, dengan menekankan peran pesantren sebagai benteng utama dalam menjaga stabilitas sosial.

Baca Juga:  Jawa Timur Luncurkan Dua Inovasi AI: Pemetaan Talenta Siswa dan Penerimaan Murid Baru Lebih Transparan

Dalam sesi tanya jawab, para santri mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pihak kepolisian. Mereka menyampaikan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai keamanan di lingkungan pesantren.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena bisa lebih memahami tugas dan peran polisi dalam menjaga ketertiban. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ungkap KH Muhammad Abdul Ghofur, salah satu pengasuh pondok pesantren.

Bentuk Apresiasi dan Harapan ke Depan

Sebagai bentuk apresiasi kepada para santri, Polres Blitar Kota membagikan sejumlah cinderamata berupa buku tahlil, tasbih, dan tumbler sebagai simbol kebersamaan serta dukungan terhadap pendidikan di pesantren.

Baca Juga:  HPN 2025 Berpadu dengan HUT ke-2 SWI DPD Sidoarjo: Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Jurnalis

Program “Polisi Sapa Santri” diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kepolisian dan lingkungan pesantren. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif, masyarakat—terutama para santri—diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan serta menjalin hubungan harmonis dengan aparat penegak hukum.

Melalui kegiatan ini, Polres Blitar Kota menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan kepolisian demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis. (*)