Si Jago Merah Hanguskan Kandang Ayam di Manyaran Karanggede, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

Laporan: Tedy M
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di Dukuh Dologan, Desa Manyaran, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Selasa malam (2/6/2026). Sebuah kandang ayam berukuran besar milik Ahmadi (51) dilalap si jago merah hingga menyebabkan ribuan ayam mati dan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api yang awalnya muncul dari bagian tengah kandang dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan.
Menurut keterangan saksi di lokasi, warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil maksimal karena api terus membesar.
Kondisi semakin sulit lantaran hembusan angin malam yang cukup kencang membuat kobaran api bergerak cepat. Material kandang yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu turut mempercepat proses pembakaran hingga bangunan nyaris tak bisa diselamatkan.
Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Sekitar satu jam kemudian armada pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Setelah berjibaku dengan kobaran api selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 00.00 WIB.
Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Karanggede langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas segera melakukan serangkaian tindakan kepolisian mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan korban, pemeriksaan saksi-saksi hingga pengamanan area kebakaran.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada cooling pad atau sistem pendingin kandang ayam.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya kabel listrik sepanjang kurang lebih 10 meter yang diduga berkaitan dengan sumber kebakaran.
Akibat insiden tersebut, dua lantai kandang ayam berukuran sekitar 100 x 10 meter terbakar habis. Tak hanya bangunan kandang yang musnah, sebanyak 276 sak pakan ayam juga ikut hangus dilalap api.
Kerugian terbesar berasal dari matinya sekitar 16.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang saat kebakaran terjadi. Sementara itu, sekitar 2.000 ekor ayam lainnya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Secara keseluruhan, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menghebohkan warga setempat itu.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami telah menginstruksikan jajaran Polsek Karanggede untuk melakukan langkah cepat mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi hingga memastikan situasi tetap aman. Dugaan awal penyebab kebakaran akibat korsleting pendingin kandang masih dilakukan pendalaman,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H., membenarkan peristiwa kebakaran tersebut dan menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dilakukan oleh petugas di lapangan.
“Petugas Polsek Karanggede bersama unsur terkait telah melakukan penanganan di lokasi, termasuk olah TKP, pendataan saksi dan korban, serta pelaporan kepada pimpinan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan instalasi listrik maupun perangkat elektronik untuk mencegah kejadian serupa,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para peternak maupun masyarakat umum untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan perangkat elektronik, terutama yang beroperasi selama 24 jam. Sebab, kelalaian kecil pada sistem kelistrikan dapat berujung pada kerugian besar seperti yang dialami peternak di Desa Manyaran tersebut. (*)








Tinggalkan Balasan