Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memerangi penyalahgunaan narkotika kembali ditegaskan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dirangkaikan dengan Jalan Sehat Anti Narkoba di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan masyarakat itu menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan Kabupaten Sidoarjo yang bebas dari ancaman narkotika.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda sekaligus menggerus kualitas sumber daya manusia bangsa.

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  PULUHAN WARGA POLOSIRI BAWEN DIDUGA KERACUNAN SOTO USAI HADIRI PERINGATAN 7 HARI KEMATIAN TETANGNYA

“Narkoba adalah musuh bersama yang dapat merusak masa depan bangsa. Karena itu, seluruh masyarakat harus ikut menjaga lingkungan agar tetap bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegas Subandi.

Ia menilai keluarga merupakan benteng pertama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Orang tua memiliki peran besar dalam membangun karakter anak sekaligus mengawasi pergaulan mereka agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, komunikasi yang hangat dan terbuka antara orang tua dengan anak menjadi langkah awal yang sangat efektif untuk membangun kesadaran serta memperkuat ketahanan keluarga terhadap pengaruh negatif lingkungan.

Selain keluarga, Subandi juga mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, pemerintah desa hingga kecamatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Ia berharap masyarakat tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di wilayah masing-masing.

“Keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Jika semua warga bergerak bersama, ruang gerak para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba akan semakin sempit,” ujarnya.

Baca Juga:  115 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Dalam Operasi Rutin Penertiban Lalu Lintas di Blora

Pada kesempatan tersebut, Subandi juga memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sidoarjo yang selama ini terus bersinergi menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba.

Menurutnya, upaya penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengenali sekaligus menghindari berbagai modus penyalahgunaan narkotika.

Ia menambahkan, kegiatan Jalan Sehat Anti Narkoba yang digelar dalam rangka HANI 2026 bukan sekadar olahraga bersama, melainkan simbol komitmen seluruh masyarakat Sidoarjo untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun semangat hidup sehat sekaligus memperkuat komitmen bersama bahwa Sidoarjo harus menjadi daerah yang bersih dari narkoba,” katanya.

Subandi juga mengingatkan bahwa Kecamatan Wonoayu merupakan salah satu wilayah yang memerlukan perhatian lebih dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh warga harus terus diperkuat.

Baca Juga:  Tragis! Seorang Pria di Ambarawa Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kusen Kamar

Ia optimistis budaya gotong royong yang telah mengakar di tengah masyarakat Sidoarjo akan menjadi modal utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Dengan kebersamaan tersebut, Subandi yakin Kabupaten Sidoarjo mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kegiatan HANI 2026 di Desa Wonokalang tersebut turut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Camat Wonoayu, Kepala Desa Wonokalang, Kapolsek Wonoayu, Danramil Wonoayu, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Wonoayu.

Kehadiran seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi bukti nyata kuatnya komitmen bersama dalam mendukung Gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), demi mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang semakin tangguh, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba. (*)