Laporan: Noviyanto

KENDAL | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Polres Kendal dalam menghormati kebebasan berpendapat kembali ditegaskan Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar. Di hadapan puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), ia memastikan tidak akan ada tindakan represif terhadap masyarakat maupun mahasiswa yang menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Darul Arqam Dasar (DAD) Kolosal yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kendal di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Senin (6/7/2026).

Kegiatan kaderisasi yang diikuti sekitar 70 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) itu menjadi momentum mempererat sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal Drs. H. Maryono, M.Pd., Wakil Rektor III UMKABA Dr. Utomo, M.Pd., Kasat Intelkam Polres Kendal AKP Septyan Rangga Okky Saputra, Kapolsek Weleri AKP Yulianto, Ketua PC IMM Kendal Muhammad Surya Setiawan, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri Maulana Malik Ibrahim, M.Pd., jajaran PDM, para instruktur, serta seluruh peserta DAD.

Baca Juga:  213 Ribu Pengendara Teredukasi: Polres Pasuruan Jadikan Ops Zebra Semeru 2025 sebagai Gerakan Budaya Tertib Lalu Lintas

Acara berlangsung khidmat diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars IMM. Selanjutnya para tamu undangan menyampaikan sambutan sebelum kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama.

Dalam sambutannya, AKBP Hendry Susanto Sianipar menegaskan bahwa Polres Kendal selalu membuka ruang kolaborasi dengan kalangan mahasiswa, khususnya IMM, sebagai mitra strategis dalam menciptakan suasana Kabupaten Kendal yang aman, damai, dan kondusif.

“Kami dari jajaran Polres Kendal senantiasa berkomitmen untuk selalu mendukung penuh setiap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Keamanan itu tidak diwariskan, melainkan harus diciptakan. Karena itu, saya berharap rekan-rekan IMM selalu bersinergi bersama kami dalam mendukung terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan pesan yang mendapat perhatian para peserta. Ia menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, masyarakat maupun mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum sepanjang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Dari Balik Jeruji Jadi Peracik Kopi! Lapas Purwodadi Gandeng SPNF SKB Cetak Barista Profesional 

Menurutnya, Polres Kendal menjunjung tinggi kebebasan berekspresi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, ia memastikan tidak akan ada tindakan represif dari personel kepolisian terhadap peserta aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung secara tertib dan sesuai prosedur.

Tak hanya itu, AKBP Hendry juga mengusulkan agar materi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat dimasukkan dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) selama pelaksanaan DAD. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan kader IMM mengenai pentingnya menjaga stabilitas keamanan melalui komunikasi, dialog, dan kerja sama yang konstruktif.

Sementara itu, Ketua PC IMM Kendal Muhammad Surya Setiawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Kapolres Kendal terhadap kegiatan kaderisasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa IMM akan terus menjalankan perannya sebagai organisasi kader yang kritis, intelektual, sekaligus konstruktif dalam menyampaikan gagasan maupun kritik. Menurutnya, seluruh aktivitas organisasi akan tetap berpijak pada nilai-nilai perdamaian, keilmuan, dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga:  P4S Artha Tani Banjarnegara, Beranggotakan Petani Peternak Luar Biasa Dengan Salah Satu Produk Unggulannya Kolam Ikan Sistem Bioflok

Muhammad Surya juga berharap hubungan baik yang telah terjalin antara IMM dan Polres Kendal dapat terus diperkuat sebagai modal bersama dalam mendukung pembangunan daerah serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan demokratis.

DAD Kolosal PC IMM Kendal sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan berbagai materi mulai dari keislaman, kemuhammadiyahan, ke-IMM-an, gerakan mahasiswa, diskusi kelompok, pelatihan karya tulis ilmiah, kajian strategis, hingga berbagai sesi penguatan kapasitas kader.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir kader-kader IMM yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kepemimpinan, tetapi juga mampu menjadi mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta kemajuan Kabupaten Kendal. (*)