Sholawat Menggema di Malam Kemerdekaan, RT 03 Leyangan Buktikan Semangat Guyub Warga

Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 03/RW 02 Krajan, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah.
Jika biasanya peringatan kemerdekaan identik dengan berbagai perlombaan dan hiburan, warga RT 03 memilih menghadirkan nuansa berbeda. Semangat nasionalisme dipadukan dengan kegiatan keagamaan melalui mujahadah, sholawat dan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama GP Ansor dan Banser Ranting Leyangan, Kamis malam (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi warga. Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, masyarakat berkumpul bukan sekadar untuk merayakan usia Republik Indonesia, tetapi juga memanjatkan doa serta rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan selama 81 tahun.
Lantunan sholawat dan rangkaian mujahadah membuat suasana malam peringatan HUT RI terasa semakin syahdu. Warga dari berbagai kelompok usia tampak menyatu dalam kegiatan yang mengedepankan nilai religius, persaudaraan dan kebersamaan.
Semangat kemeriahan tetap terasa. Ibu-ibu PKK RT 03 turut ambil bagian melalui penampilan mereka. Suasana kemudian semakin hidup dengan penampilan grup Hadroh Rindu Nabi serta kreativitas Remaja RT 03 GEMATIGA.
Perpaduan kegiatan keagamaan, seni religi dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat membuat peringatan HUT RI di lingkungan tersebut berlangsung semarak tanpa kehilangan nuansa kebersamaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi warga RT 03/RW 02 Krajan. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, ibu-ibu PKK, pengurus lingkungan hingga masyarakat umum hadir dan berbaur dalam satu kegiatan.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan Desa Leyangan turut hadir. Di antaranya Ketua RW 02 Bekti Utomo, Sekretaris Desa Leyangan Slamet Suryanto, serta tokoh agama dan masyarakat seperti Kyai Harun Al-Arsad, Kyai M. Baedhlowi, Gus Shadad dan Gus Sifha.
Hadir pula para Ketua RT se-RW 02 beserta jajaran pengurus. Para sesepuh warga, termasuk H. Sutiman, juga turut hadir bersama masyarakat RW 02.
Dukungan terhadap kegiatan datang dari unsur kepemudaan dan organisasi keagamaan. Jajaran GP Ansor dan Banser Ranting Leyangan ikut mendukung pelaksanaan acara sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kekeluargaan.
Ketua RT 03 Endrik Hendrawan bersama jajaran pengurus RT juga hadir. Kehadiran seluruh elemen tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan di tingkat lingkungan mampu menjadi perekat hubungan sosial masyarakat.
Ada pesan kuat yang ingin disampaikan warga melalui peringatan HUT RI tahun ini. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui seremoni, hiburan atau kemeriahan, tetapi juga dengan memperbanyak doa, menjaga persaudaraan dan memperkuat kerukunan.
Mujahadah dan sholawat menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar bersama agar kehidupan masyarakat semakin aman, tenteram dan harmonis.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat di tingkat lingkungan.
Keterlibatan ibu-ibu PKK, remaja, tokoh agama, pemuda, pengurus RT/RW dan masyarakat umum menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai generasi.
Bukan hanya generasi tua yang hadir dengan pengalaman dan keteladanan, tetapi juga generasi muda yang ikut mengambil peran melalui kreativitas dan kegiatan sosial-keagamaan.
Bagi warga, kebersamaan semacam ini memiliki arti penting. Sebab, kerukunan tidak lahir hanya dari pertemuan formal, melainkan dibangun melalui interaksi, kepedulian dan kemauan untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 03/RW 02 Krajan akhirnya menjadi gambaran sederhana bagaimana semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat.
Tidak harus selalu dengan acara besar. Dari lingkungan RT, masyarakat bisa merawat nasionalisme melalui kebersamaan, gotong royong, kegiatan keagamaan, seni religi dan silaturahmi.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus diisi dengan hal-hal positif. Persatuan dan kerukunan menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang lebih kuat.
Warga berharap kebersamaan yang terbangun dalam momentum HUT RI tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Semangat guyub, gotong royong dan saling menghargai diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Dari Krajan, Leyangan, semangat merah putih pun terus menyala berbalut doa, sholawat dan kebersamaan warga. (*)








Tinggalkan Balasan