Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Menjaga keamanan bukan sekadar soal patroli dan penegakan hukum. Di tengah dinamika kehidupan warga perkotaan, komunikasi langsung justru menjadi salah satu kunci untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Semangat itulah yang dibawa Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Cangkrukan Kamtibmas Jogo Perak di Poskamling Tangguh, Jalan Sidotopo Lor RT 02 RW 04, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Selasa (8/9/2026) malam.

Suasana malam itu pun berbeda. Sekitar 50 warga Sidotopo berkumpul dan berdialog langsung bersama jajaran kepolisian, TNI, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat. Bukan sekadar pertemuan seremonial, kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan terkait keamanan serta ketertiban lingkungan.

Cangkrukan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan dipimpin langsung Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan AZ, S.H., S.I.K., M.Si.

Kapolres hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Turut hadir Danramil Krembangan Mayor Infanteri Surya Gunawan, Kabagops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Dwi Basuki, S.H., Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto, S.H., serta jajaran lainnya.

Baca Juga:  Pasien Meninggal, Massa dan Keluarga Geruduk RSUD Soewandhie: Tuntut Transparansi Penanganan Medis, Ini Jelasnya

Dari unsur pemerintahan dan masyarakat, hadir Lurah Sidotopo Fahmi, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Irwan menegaskan bahwa Cangkrukan Kamtibmas Jogo Perak merupakan salah satu upaya kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah lokasi. Melalui forum tersebut, polisi bisa melihat dan memahami secara langsung kondisi keamanan di tengah masyarakat.

“Program Cangkrukan Kamtibmas telah dilaksanakan di beberapa lokasi dengan harapan dapat mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” ujar AKBP Irwan.

Bagi kepolisian, informasi dari masyarakat memiliki arti penting. Sebab, warga merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

Karena itu, komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat dinilai mampu menjadi langkah awal dalam mencegah munculnya gangguan keamanan.

AKBP Irwan juga menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan tugas kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, perangkat kelurahan dan lingkungan, tokoh masyarakat, hingga warga.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya, khususnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman,” tegasnya.

Baca Juga:  Kapolsek Kejayan Turun Tangan Pimpin Renovasi Mushola, Polisi dan Pemuda Punisher Satukan Langkah dalam Kebaikan

Cangkrukan Kamtibmas juga dimanfaatkan sebagai forum untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, masukan, dan aspirasi warga Sidotopo.

Bagi jajaran kepolisian, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pencegahan gangguan kamtibmas di lapangan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menyerap secara langsung aspirasi dan masukan dari warga Sidotopo, Semampir. Setiap informasi dari masyarakat sangat berarti dalam mendukung langkah pencegahan gangguan kamtibmas,” jelas AKBP Irwan.

Forum dialog semacam ini sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi lingkungan tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, persoalan yang muncul di lingkungan diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan langkah penyelesaian secara bersama-sama.

Kehadiran unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan, perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu forum juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah.

Poskamling Tangguh yang menjadi lokasi kegiatan menjadi simbol bahwa keamanan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Baca Juga:  Sigap Tanggap Karhutla, Masyarakat Desa Candi Bersama Babinsa Berhasil Padamkan Api

Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dan pencegahan bersama warga.

Melalui konsep Jogo Perak, masyarakat diajak ikut menjadi bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sinergi yang dibangun diharapkan mampu membuat potensi gangguan keamanan lebih cepat terdeteksi. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kegiatan Cangkrukan Kamtibmas di Sidotopo pun menjadi bagian dari komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk terus mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Bukan hanya menjaga keamanan dari balik seragam dan kendaraan patroli, tetapi juga hadir di tengah warga, duduk bersama, mendengar keluhan, dan membangun solusi secara gotong royong.

Dengan komunikasi yang terus terjaga, kepolisian berharap keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak dapat dipelihara secara bersama-sama.

Sebab, lingkungan yang aman bukan hanya hasil kerja aparat keamanan, melainkan buah dari kepedulian seluruh elemen masyarakat. (*)