Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya dengan patroli di jalanan maupun penindakan terhadap pelanggaran hukum. Kedekatan dengan masyarakat, komunikasi terbuka, serta kesediaan mendengarkan keluhan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Komitmen itulah yang terus diperkuat Polres Salatiga, Polda Jawa Tengah, melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilaksanakan seluruh Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran di sejumlah masjid di wilayah Kota Salatiga, Jumat (9/10/2026).

Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H., mendorong seluruh jajarannya memperkuat silaturahmi dengan tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung.

Bukan sekadar menjalankan ibadah berjamaah, kehadiran personel kepolisian di tengah jamaah juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dua arah. Melalui pendekatan tersebut, berbagai persoalan keamanan yang dirasakan warga diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.

Salah satu kegiatan berlangsung di Masjid PPI Al Azhariyyah, Jalan Hasanudin, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Dalam pertemuan tersebut, potensi aksi balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau knalpot brong menjadi perhatian yang disampaikan pengurus masjid.

Warga Soroti Balap Liar dan Knalpot Brong

Kegiatan Sholat Jumat Keliling di wilayah Kecamatan Sidomukti dimulai sekitar pukul 11.30 WIB hingga selesai. Kapolsek Sidomukti AKP Wahyono, S.Pd., hadir bersama Kanit Binmas Polsek Sidomukti, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangunsari, personel piket fungsi, serta masyarakat dan jamaah masjid setempat.

Sholat Jumat berjamaah dipimpin KH Habiburohmah, Ketua Yayasan Al Azhariyyah, yang bertindak sebagai khotib sekaligus imam. Sementara itu, Mahmudi, pengurus DKM Masjid Al Azhariyyah, bertugas sebagai muazin.

Baca Juga:  Bupati Gatut Sunu Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Eliminasi TBC 2030

Usai ibadah, Kapolsek Sidomukti bersama personel melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi kepada pengurus masjid dan jamaah. Dalam suasana dialogis, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, masukan, serta informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah potensi balap liar dan penggunaan knalpot brong, terutama pada malam akhir pekan. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengusik kenyamanan masyarakat.

Keluhan tersebut menjadi masukan bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan kamtibmas.

Menanggapi aspirasi itu, Kapolsek Sidomukti AKP Wahyono, S.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli Blue Light pada jam-jam rawan.

Selain patroli, Polsek Sidomukti juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Salatiga untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk aksi balap liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kehadiran polisi di lapangan, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Silaturahmi Jadi Jalan Memperkuat Kamtibmas

Polres Salatiga menempatkan komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai salah satu upaya memperkuat pemeliharaan keamanan. Melalui pertemuan di masjid, kepolisian dapat mendengarkan persoalan yang benar-benar dirasakan warga sekaligus menyampaikan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan bersama.

Peran tokoh agama dan pengurus masjid dinilai penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban, kerukunan, serta keamanan lingkungan.

Karena itu, Polsek Sidomukti turut mengajak masyarakat memperkuat komunikasi dan kegiatan keagamaan sebagai sarana membangun kebersamaan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah doa dan dzikir bersama setiap Kamis Pahing di Masjid Al Azhariyyah.

Baca Juga:  Perang Total Halinar, Rutan Salatiga Tegaskan Nol Toleransi Narkoba dan HP Ilegal

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat.

Melalui sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, berbagai persoalan kamtibmas diharapkan dapat diantisipasi secara bersama-sama. Warga juga didorong untuk segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitarnya.

Call Center 110 Dikenalkan kepada Jamaah

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sidomukti juga menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 kepada pengurus masjid dan jamaah.

Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kepolisian. Dengan mengetahui saluran pelaporan yang tersedia, warga diharapkan tidak ragu menghubungi polisi saat menemukan gangguan kamtibmas.

Polres Salatiga juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan berkomunikasi secara terbuka dengan petugas kepolisian di wilayah masing-masing. Informasi dari masyarakat dapat membantu aparat memahami kondisi lapangan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kapolres: Polisi Harus Hadir sebagai Mitra dan Sahabat Warga

Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Sholat Jumat Keliling yang dilaksanakan oleh seluruh PJU dan Kapolsek jajaran merupakan bagian dari komitmen Polisi Bersama Masyarakat.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan fungsi penegakan hukum. Lebih dari itu, polisi perlu membangun hubungan yang baik dengan warga, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya menjaga keamanan dapat berjalan secara bersama-sama.

“Melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling, kami ingin hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan para tokoh agama, pengurus masjid, serta seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga Kota Salatiga tetap aman, damai, dan kondusif, ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ungkap AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.

Baca Juga:  Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-79 di Menganti: Perpaduan Tradisi dan Edukasi untuk Generasi Muda

Kapolres menambahkan, partisipasi masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga situasi kamtibmas. Karena itu, seluruh jajaran didorong untuk terus membuka ruang komunikasi, mendengarkan aspirasi warga, serta merespons potensi gangguan keamanan secara cepat dan tepat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi, masukan, maupun keluhan terkait keamanan di lingkungannya. Apabila mengetahui adanya gangguan Kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat memanfaatkan Call Center Polri 110. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tambah AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.

Kegiatan Diminta Berjalan Berkelanjutan

Kapolres Salatiga juga menegaskan bahwa kegiatan Sholat Jumat Keliling perlu dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan rutin hadir di tengah warga, polisi diharapkan semakin mudah menerima informasi mengenai kondisi keamanan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Komunikasi dua arah yang terbangun melalui kegiatan tersebut juga diharapkan membantu mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Keluhan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran kepolisian dalam menentukan prioritas patroli dan langkah pencegahan.

Melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling, Polres Salatiga berupaya memperkuat pesan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Kota Salatiga tetap terjaga sebagai lingkungan yang aman, damai, tertib, dan kondusif. (*)