Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM –  Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan, Bhabinkamtibmas Desa Sawahan, Bripka Agus Pamungkas, melakukan kunjungan ke salah satu peternakan warga di Dusun Jati, Desa Sawahan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Rabu (14/5/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari peran aktif kepolisian dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar utama ketahanan pangan lokal. Bripka Agus memantau langsung kondisi peternakan milik Bapak Sahrul, termasuk mengecek kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternaknya.

Baca Juga:  Polisi Sikat 24 Pelaku Kejahatan Jalanan di Surabaya Jelang Ramadan: Senjata Tajam Disita, Hukuman Berat Menanti!

Menurut Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam aktivitas masyarakat merupakan bentuk pendekatan humanis kepolisian. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama.

Baca Juga:  Tasyakuran Bulek 99: Kebersamaan Terjaga

“Polri berkomitmen hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa, termasuk mendukung produktivitas sektor peternakan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Lengkong, AKP Sugiyono, S.H., menekankan pentingnya pendampingan langsung kepada masyarakat agar mereka merasa didukung dan termotivasi untuk terus mengembangkan usahanya.

“Kami ingin memastikan bahwa program-program yang bermanfaat seperti pengembangan peternakan ini berjalan lancar, dan masyarakat merasa aman serta terbantu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Modal Tipis, Risiko Tinggi: Pengedar Sabu di Pamekasan Ditangkap dengan Barang Bukti dan Alat Hisap

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu juga menjadi ajang dialog antara aparat keamanan dan warga, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan sinergis.

Dengan adanya dukungan dari Bhabinkamtibmas, warga diharapkan semakin semangat mengelola usaha peternakan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. (*)