Laporan: Ninis Indrawati

PROBOLINGGO | SUARAGLOBAL.COM – Suasana duka menyelimuti keluarga almarhum Misto (45), warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, setelah kepulangannya dari tanah Papua. Misto menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, pada Selasa (16/9/2025).

Misto meninggal dunia setelah tertembak di bagian leher saat tengah berada di jalur transportasi wilayah tersebut. Jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman dan langsung disambut tangis haru keluarga serta kerabat yang kehilangan sosok ayah sekaligus tulang punggung keluarga.

Baca Juga:  247 Siswa Diktukba Polri Uji Ketahanan di Mojokerto, Tempuh 26 Km Menuju Bhayangkara Sejati

Tak lama setelah jenazah tiba di rumah duka pada Kamis malam (18/9/2025), jajaran Polres Probolinggo hadir untuk memberikan dukungan moral dan penghormatan terakhir. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakapolres Probolinggo, Kompol Haris Darma Sucipto, yang turut menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Polres Probolinggo turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucap Kompol Haris di hadapan keluarga.

Baca Juga:  Nasabah di Bangkalan Bacok Pegawai FIF Group Akibat Kesalahpahaman

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menyerahkan santunan dari Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif. Santunan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakatnya.

Selain itu, Kompol Haris menegaskan sikap tegas kepolisian terhadap aksi biadab KKB yang kembali menelan korban jiwa. “Kami mengutuk keras tindakan keji ini. Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap sehingga tidak ada lagi korban lain,” tegasnya.

Baca Juga:  Harga Cabai Turun Drastis! Polisi Sidak Pasar Bangil, Stok Pangan Aman

Usai disemayamkan di rumah duka, almarhum Misto dimakamkan di pemakaman desa setempat. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi doa dan isak tangis keluarga serta warga sekitar.

Kehadiran Polres Probolinggo di tengah keluarga korban bukan hanya sebagai wujud simpati, tetapi juga bentuk nyata solidaritas dan komitmen kepolisian dalam mendampingi masyarakat, terutama saat menghadapi tragedi kemanusiaan akibat aksi kekerasan bersenjata di Papua. (*)